Oleh: Harry Hardian

Duel final Piala Kratingdaeng akan tersaji mempertemukan antara Persija Jakarta vs PSM Makassar. Dua klub terbaik Indonesia dengan sejarah panjang di persepak bolaan nasional.

Dalam penentuan gelar juara menggunakan format kandang dan tandang yang sempat heboh itu, hal ini menjadi hal baru pelaksanaan Piala Indonesia. Sebelumnya pada masa Copa Dji Sam Soe, pertandingan final hanya diselenggarakan satu leg. Tentunya akan menjadi menarik menyaksikan final pertandingan dengan pemain bintang di kedua tim pada hari Minggu akhir pekan ini. Siapakah yang menjadi pemenangnya?

Jawabannya memang sangat gampang. Jelas yang bisa mengalahkan lawannya di final sudah pasti jadi juaranya. Namun dari segi teknis tidak semudah itu, Fernando.

Dilihat dari klasemen sementara Liga 1, saat ini PSM berada di posisi enam klasemen dengan raihan 13 poin. Meskipun berada di peringkat enam klasemen, PSM Makassar masih memiliki sisa tiga laga.

Jika bisa sapu bersih di tiga kemenangan PSM bisa langsung merangsek ke papan atas bersanding dengan Madura United yang biasa disingkat jadi ‘emyu’. Sedangkan Persija masih berada di zona degradasi, tujuh kali main mendapat raihan enam poin berbeda dalam dua pertandingan dengan pemimpin klasemen.

Menarik melihat jomplangnya posisi PSM dan Persija. Hal ini bisa dimaklumi, karena baru diangkatnya pelatih Julio Bañuelos menggantikan pelatih sebelumnya, Ivan Kolev. Memang dibutuhkan adaptasi dan cara bermain yang diinginkan oleh pelatih asal Spanyol.

Selain itu, dengan skuat bentukan Ivan Kolev, coach Julio harus menyesuaikan dengan pemain yang sudah didaftarkan dan membaca karakter pemain yang sudah ada sehingga coach Julio dapat menentukan strategi yang cocok. Hal ini lah yang menjadikan Persija masih mencari komposisi terbaik dalam setiap pertandingan.

Terlihat dari kekalahan Tira-Persikabo, masih belum cukup waktu bagi Julio untuk membuktikan kapasitas sebagai mantan asisten pelatih klub Liga Primer Inggris, Leeds United. Hal ini menjadi cambuk buat coach Julio untuk terus membenahi tim jelang final Piala Indonesia.

“Seperti saya bilang bahwa kekalahan adalah cara untuk kita mempelajari pertandingan ini. Kesalahan yang terjadi tidak boleh terulang lagi, supaya kita bisa tampil di final lebih siap, di mana kita tuan rumah, dan kita akan bangkit lagi,” tutur Banuelos dikutip Bolasport.

https://twitter.com/JakartaIs_Red/status/1151515690077057027

Memang lini belakang Persija agak compang-camping di pertandingan akhir-akhir ini macam bajunya Atta Halilintar pas nyamar jadi gembel. Empat pemain belakang selalu bergonta-ganti sehingga tampak kurang konsisten.

Ketika Persija menderita kekalahan dari Tira-Persikabo, Steven Paulle tidak bisa bermain karena cedera. Rezaldi juga baru bermain setelah absen cukup panjang. Jeda waktu akan dimanfaatkan coach julio sebaik-baiknya membenahi lini belakang.

Menelisik komposisi pemain Persija yang ada sekarang ini, memang sudah cukup bagus dan dapat menjadi pesaing di gelaran Liga Indonesia. Dengan motor serangan Bruno Matos Bahia, playmaker asal Brasil, mampu memberikan penampilan ciamik di atas lapangan. Sehingga, kehilangan Renan Silva yang menjadi pemain pembeda di musim lalu, tidak terlalu dipusingkan oleh para Jakmania.

Di lini belakang, adanya Paulle menjadi jaminan mutu bagi pertahanan Persija. Lalu penyerang asal Kroasia, Marco Simic, terus menjadi andalan lini depan Persija. Semakin produktifnya Simic harus diperhatikan benar oleh duo bek PSM Makassar, Abdurahman dan Aaron Evans.

Meskipun inkonsitensi permainan ditampilkan Persija saat ini, namun semakin padunya Riko Simanjuntak dan Marco Simic harus juga diwaspadai oleh tim PSM Makassar. Tak hanya itu, Novri juga bisa menjadi senjata andalan dalam memberikan umpan kepada Simic.

Menatap final yang sudah di depan mata, Simic secara diplomatis mengungkapkan bahwa tiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk meraih gelar juara.

“Kami juara Liga 1 musim lalu. Nanti, mereka punya peluang yang sama pada turnamen ini,” ujar Simic dikutip BolaSport.

Bagi PSM ini merupakan pembuktian setelah di Liga sebelumnya gagal menjadi juara dengan selisih satu poin. Setelah kehilangan Rene Albert di akhir musim kemarin, dilanjutkan estafet kepelatihan oleh Darije Kalezic pelatih anyar yang mengarsiteki PSM Makassar.

Sentuhan permainan Belanda tercermin dari permainan menyerang PSM seperti Total Football. Tidak heran karena coach Kalezic pernah bermain dan melatih tim-tim Belanda.

Coach Kalezic membangun tim dari awal, hal ini menjadi keuntungan bagi PSM dalam menghadapi laga final kali ini. Tentunya para pemain sudah mahfum apa keinginan pelatih dalam bermain sesuai dengan racikan strategi yang diinginkan. Di dalam tim pun terdapat pemain asal Belanda, Marc Klok dan Wiljan Pluim, ya mungkin ini menjadi keuntungan bagi pelatih itu sendiri dengan permainan menyerang ala Total Football.

Dilihat dari komposisi lini tengah pun tidak berbeda dengan musim lalu, Klok dan Pluim masih menjadi tumpuan dengan umpan terukur yang tak bisa diukur dengan penggaris sempoa.

Kehadiran pemain asing Eero Markkanen belum memberikan sentuhan menawan, masih perlu beradaptasi dengan gaya sepak bola Indonesia, malah di beberapa pertandingan Ferdinand Sinaga dan Guy Junior yang lebih banyak diturunkan.

Sedangkan lini belakang untuk duet bek tengah sudah cukup tangguh, hanya saja bek sayap kiri dan kanan PSM Makassar lebih hati-hati dan mesti mewaspadai pemain sayap cepat Persija. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Kalezic, karena dalam pertandingan beruntun Beny Wahyudi melakukan dua kali kesalahan.

“Motivasi dan mental Beny dalam kondisi baik. Semua pemain belakang pasti pernah membuat kesalahan. Yang harus dia lakukan sekarang adalah tidak mengulanginya,” tegas pelatih PSM dikutip Bola.com.

Lebih dari itu, selama ditangani Kalezic, PSM menunjukan permainan yang cukup baik. Di Piala AFC, PSM tembus semifinal, namun tidak lolos karena kalah agresivitas gol dengan Becamex Bhing Duong. Satu lagi, kalezic berhasil membawa PSM lolos Piala Indonesia edisi kali ini.

Secara garis besar, pertandingan final ini wajib ditonton. Siapkan pisang goreng dan kopi saat menonton ini. Tidak disarankan membawa senjata tajam seperti golok karena buat apa nonton bola bawa-bawa golok.

Pertarungan lini tengah yang seru akan terjadi, Rohit Chand, Sandi Sute, Bruno Matos melawan Rizky Pellu, Marc Klok, dan Wiljan Pluim. Kesalahan kecil terjadi bisa mengubah segalanya, dengan teknik tinggi yang dimiliki pemain kedua kesebelasan.

Bagaimana kedua pelatih yang berpengalaman melatih di Eropa dengan dua pendekatan berbeda, Spanyol vs Belanda. Tentunya akan menghadirkan pertandingan sarat strategi dan taktik dari dua pelatih.

Yang jelas, suporter Persija seperti biasa sudah menyiapkan spanduk di sudut-sudut ibukota bertuliskan “Kota ini mao juara”. Sekarang ada tambahannya dalam kurung “(lagi)”.

Buat kota Makassar jangan mau kalah. Sebaiknya siapkan spanduk saingan apa gitu. Biar lebih tahu, kota mana yang sebenarnya layak juara.

Main photo: Online24


Harry Hardian 2

Harry Hardian

Penulis yang selalu diawali dengan kata mantan. Mantan pemain, mantan pelatih dan mantan seseorang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here