Sebuah embusan angin pegunungan bagai menerpa Manchester United yang kini bagaikan kebakaran jenggot setelah performa timnya cukup amburadul sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer. Massimilliano Allegri yang masih menganggur disebut makin merapat ke MU.

Nama Solskjaer di kursi kepelatihan MU memang terus dipertanyakan dalam beberapa pekan belakangan. Penyebabnya tentu saja karena performa MU yang tak kunjung membaik. Bukan gara-gara pemerintah negara +62 tentunya.

Dalam tiga laga terakhir MU di Premier League, mereka belum pernah merasakan yang dinamakan dengan tiga poin. Bahkan dalam delapan pertandingan yang telah mereka jalani di liga pada musim 2019/2020 ini, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan saja.

Alhasil untuk sementara pasukan “Setan Merah” tercecer di urutan ke-12 sementara dengan hanya sembilan poin yang diraih. Hasil ini jelas bukan seperti yang diharapkan dari tim sekelas Manchester United.

Apalagi lawan-lawan yang kerap merepotkan MU pada laga-laga tersebut bisa dikatakan sebagai tim yang berada di bawah ‘kelas’ mereka seperti Crystal Palace, Southampton, West Ham, Rochdale, atau Newcastle.

Kalau lawannya tim iblis dari film Shaolin Soccer, mungkin kekalahan adalah sebuah kewajaran. Benar-benar tim yang jago soalnya. Pemainnya editan semua.

https://twitter.com/Sporf/status/1184474027202678784?s=20

Belakangan ini juga santer terdengar bahwa MU sedang mencari sosok baru untuk mengisi kursi kepelatihan menggantikan Solskjaer.

Satu nama yang kerap diberitakan menjadi incaran adalah Allegri. Nama yang satu ini memang sejak putus dengan Juventus, belum menemukan tambatan hati yang baru.

Tuttosport bahkan mengklaim kontak manajemen MU dengan Allegri semakin intensif.  Disebut bahwa Allegri dan MU telah sepakat soal gaji. Manchester United setuju membayar eks pelatih AC Milan itu sebesar 7,5 juta euro per tahun.

Nasib Solskjaer disebut-sebut ditentukan dalam pertandingan melawan Liverpool akhir pekan ini di Old Trafford dalam laga lanjutan kompetisi Liga Inggris.

Allegri sendiri sempat menyebut kode-kode yang menjurus pada kedekatannya ke Premier League. Ia menyebut bahwa bahasa Inggrisnya tidak terlalu bagus, namun ia mau untuk belajar. Malah kalau bisa belajar bahasa Sunda sekalian, siapa tahu di Inggris sana banyak orang Sundanya.

“Bahasa Inggrisku belum cukup baik. Namun aku akan belajar,” ujar Allegri kepada media Polandia, Przeglad Sportowy, saat mengisi simposium Asosiasi Pelatih Sepakbola di Warsawa, seperti dikutip dari Detik.

Main photo: @goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here