Maksud hati ingin menyenangkan suporternya dengan inovasi baru, malah dapat cercaan. Itulah Bologna, klub yang biasa-biasa saja cenderung semenjana di Seri A. Mereka baru saja meluncurkan kostum barunya, tapi malah diprotes banyak suporternya. Ada apa?

Usut punya usut, para suporter memprotes logo yang ada di kostum baru mereka itu. Logonya tidak ada perubahan apapun, hanya dihitam-putihkan saja. Dimasukkan unsur black and white biar kelihatan keren kayak di Instagram.

Tapi, ternyata fans kurang suka dengan terobosan itu. Mereka malah bilang mirip logonya Juventus yang lama. Ya, logo Juve memang hitam putih seperti TV-TV zaman dulu alias jadul. Bisa juga dibilang mirip logonya Persidafon Dafonsoro.

Sebenarnya kalau dilihat-lihat, tidak terlalu mirip banget. Apalagi kostumnya juga masih warna belang-belang merah-biru kayak Spiderman. Namun, digantinya warna kebesaran jadi hitam putih di logo mendapat pertentangan.

Apalagi yang namanya warga, ada saja yang protes. Bikin gapura gang miring sedikit saja diprotes. Apalagi kalau ada logo yang enggak sesuai. Boro-boro dipakaikan unsur padi dan kapas.

Pemilik Bologna pun langsung tanggap dengan protes dari fans. Pria bernama Joey Saputo yang sama sekali bukan orang Jawa itu meminta maaf jika jersey baru mereka menghadirkan pro dan kontra.

“Saya ingin menanggapi para suporter Bologna setelah kontroversi belakangan terkait perkenalan seragam baru. Saya sudah membaca pernyataan publik dan kritik media dan saya sedih ketika pilihan untuk menampilkan logo dalam versi dua warna diinterpretasikan oleh banyak fans sebagai penghinaan untuk sejarah Bologna,” kata Saputo, rada sedih.

Dia kemudian meluruskan niat baik hati manajemen dan sama sekali tak ada maksud melupakan sejarah besar klub berjuluk “I Rossoblu” itu. Saputo langsung meminta maaf.

“Kami tidak ada niat seperti itu. Logo dua warna yang jadi perdebatan, yang saya setujui, semata-mata hanyalah soal pilihan gaya yang diajukan untuk seragam pertandingan. Logo Bologna tetap merah-biru yang tradisional, yang akan terus Anda temukan di semua komunikasi, pakaian olahraga, dan pernak-pernik tim,” sambungnya.

Belum diketahui bagaimana selanjutnya. Apakah akan didesain ulang atau bagaimana. Yang jelas, seragam asli Bologna ini harganya mahal. Tak semurah fidget spinner di abang-abang pinggir jalan.

Main photo: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here