Entah apa yang ada di benak Everton saat ini pasca-pembantaian dari Atalanta di Liga Malam Jumat. Ya, “The Toffees” kena bantai lagi dari klub medioker di Italia itu. Jika pada pertemuan pertama keok 0-3, kini malah lebih besar lagi, 1-5. Padahal main di depan masyarakatnya sendiri.

Bencana di Goodison Park dimulai saat Bryan Cristante memanfaatkan umpan dari Timothy Castagne pada menit ke-12. Sebuah penusukan yang bikin sakit hati dari Castagne memberikan kekacauan di jantung pertahanan Everton. Cristante lalu dengan mudah membobolnya.

Atalanta mendapat peluang emas banget saat penalti diberikan kepada mereka. Tapi sayang, Alejandro Gomez sepertinya enggan bikin gol lewat penalti. Mungkin terlalu mudah baginya, makanya diberikan ke kiper lawan saja.

Buktinya, Gomez dan temannya tak lama kemudian bikin gol lewat situasi normal, meski dari bola mati. Gomez memberikan sebuah umpan dari tendangan pojok yang disambut dengan sundulan cuek Cristante. Cuek saja sudah bisa bikin gol, apalagi kalau perhatian.

Everton sempat memperkecil kedudukan pada menit ke-71 lewat sebuah tendangan susah Sandro Ramirez. Membuat fans Everton yang tadinya siap-siap mau pulang, lalu memilih untuk duduk manis lagi. Berharap siapa tahu timnya bisa menang di sisa 20 menitan.

Sayang, berharap adalah hal paling menyakitkan jika harapan tersebut gagal terwujud. Gawang Everton malah diberondong sampai tiga gol pada sisa 10 menit terakhir. Entah sakitnya seperti apa sampai bertubi-tubi begitu.

 

Robin Gosens yang namanya kayak hukum ekonomi itu mencetak gol lumayan ganteng lewat sebuah tendangan first time. Kemudian dua gol berikutnya dicetak oleh Andreas Cornelius yang tak ada hubungan saudara dengan Okan Cornelius.

Kekalahan 1-5 menjadikan kekalahan terbesar klub Inggris dalam dua dekade di laga Liga Europa. Sebuah prestasi yang keren sekali bagi tim berkostum biru kayak tabung gas itu.

“Selalu tak menyenangkan kalah di laga seperti itu. Sangat mengecewakan dan menjengkelkan. Ini benar-benar bencana,” ucap kapten Wayne Rooney.

Bukan bencana lagi, tapi Everton sebenarnya sudah mengalami kiamat sugra alias kiamat kecil. Bencana sudah terjadi berulang kali musim ini baik di Liga Europa dan Liga Primer. Kekalahan demi kekalahan dilalui seolah menjadi hobi.

Di Liga Europa alias Liga Malam Jumat, Everton sudah menjadi kerak di dasar klasemen macam kerak kopi di dasar gelas. Cuma seri sekali lawan Apollon Limassol, selanjutnya kalah dari Atalanta (0-3 & 1-5) dan Lyon (1-2 & 0-3). Bahkan cenderung dibantai.

Di Liga Primer mereka juga hancur lebur. Cuma berada di peringkat ke-16 dengan hanya tiga kemenangan. Itu juga menangnya tipis-tipis banget.

Ironisnya, Everton ini sudah mengeluarkan banyak uang buat belanja pemain. Ada 143 juta pounds yang dihabiskan buat belanja, tapi enggak tahu belanjanya di mana.

Kalau di online shop bisa saja yang datang itu KW barangnya. Biasa suka tipu-tipu. Kalau di pasar Tanah Abang kualitasnya bisa lebih bagus, asal pintar milihnya.

Bagi Atalanta tentu hasil ini sangat menggembirakan. Seolah tim ini bukanlah tim medioker di Italia. Everton juga bukan tim papan atas di Inggris, cenderung medioker juga karena kebanyakan finis di papan tengah.

Tapi meski sama-sama medioker, Everton jauh lebih gemerlap karena punya pemain-pemain bintang macam Rooney, Kevin Mirallas, Davy Klaasen, dan Jordan Pickford.

Sedangkan Atalanta dihuni pemain-pemain tak dikenal, pagai menemukan Pokemon jenis baru. Paling-paling yang dikenal cuma Papu Gomez dan Josip Ilicic saja. Belakangan muncul muka-muka baru seperti Mattia Caldara.

Wajar kalau kemenangan ini seperti surga bagi Atalanta. Bisa menang besar di kandang lawan. Indah nian. Mereka berpesta tak berhenti di kota orang. Itulah yang diungkapkan sang pelatih “La Dea“.

“Saya sangat bangga dengan semua fans yang datang mengikuti kami sampai ke Liverpool. Tapi kami bisa berikan hasil terbaik buat mereka. Fans kami di Liverpool tidak ada yang tidur malam ini. Sangat sulit dibayangkan dengan kemenangan indah,” kata pelatih Gian Piero Gasperini.

Mereka kini bercokol di puncak klasemen dengan 11 poin. Poin mereka sama dengan Lyon dan bakal ditentukan di laga terakhir siapa yang bakal jadi juara grup.

Main photo: OptaJoe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here