Juventus tampil sadis pada laga pembuka Serie A mereka melawan Sampdoria. Era baru si gondrong Andrea Pirlo, berakhir dengan kemenangan 3-0 atas tamunya pada laga yang digelar di Allianz Stadium.

Seperti diketahui bahwa Juventus menjalani musim di bawah asuhan legenda AC Milan mereka. Juventus ini tidak mau ketinggalan mungkin dengan tren menggunakan pelatih-pelatih “alumni muda” seperti contohnya di Chelsea dan Arsenal di Inggris.

Cari aman juga sebetulnya pakai pelatih muda. Kalau kalah soalnya bisa pakai alasan masih minim pengalaman. Lagi pula kalau legenda, siapa juga fans yang berani mencak-mencak.

Bayaran juga standar UMR daerah Turin mungkin jadi tidak banyak-banyak. Sementara kalau performanya bagus, ya tentu jadi bonus.

Ternyata Pirlo sendiri mampu membawa Juventus tampil bagus. Sejauh ini setidaknya pada laga pertama mereka.

Pada laga tersebut, Juventus tampil dominan dengan 67 persen penguasaan bola serta 20 peluang berbanding 15 milik tim tamu.

https://twitter.com/Sporf/status/1307783599299719176?s=19

Walau menjalani laga pertamanya, Pirlo tak ragu menurunkan para rekrutan muda yang tampil cukup bagus di debut mereka.

Dejan Kulusevski, Weston McKennie, serta Gianluca Frabotta mampu tampil gemilang di posisi masing-masing.

Bahkan Kulusevski mencetak gol pembuka Juventus di laga itu lewat sepakan kotak+R2 mendatar alias placing ke tiang jauh dari pinggir kotak penalti.

Sempat mendapat perlawanan sengit, Juventus baru menggandakan keunggulan di menit ke-78 lewat Leonardo Bonucci.

Mendapat bola liar di muka gawang, kaki Bonucci bergerak cepat macam kalau menemukan uang di tengah jalan yang langsung diinjak dan langsung menendang bola.

Gol penutup Juventus dicetak oleh si tidak lain dan tidak bukan Cristiano Ronaldo yang memanfaatkan terobosan dari Aaron Ramsey dua menit jelang laga usai. Skor 3-0 pun mengakhiri jalannya laga untuk kemenangan Juventus.

“Babak pertama berjalan bagus. Sayang kami cuma mencetak satu gol. Level kebugaran kami menurun di akhir-akhir, tapi kami tetap fokus dan mengontrol segala situasi, termasuk serangan balik Sampdoria,” kata Pirlo, dikutip dari Detik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here