Bak petir di siang bolong, tak ada angin tak ada hujan, Michael Essien resmi bergabung ke Persib Bandung. Kabar ini tak hanya langsung menghebohkan warga Bandung, tapi juga masyarakat bola senusantara. Edun Pisan!

Kabar ini datang dari Persib, bukan dari Chelsea. Tepat pada hari ulang tahunnya ke-84, tim “Maung Bandung” mengumumkan perekrutan Essien sebagai kado buat fans-nya yang biasa dipanggil Bobotoh, termasuk Ridwan Kamil, Walikota Bandung, yang akrab disapa “Kang Emil”.

Kang Essien memang secara mengejutkan memilih untuk bermain di Persib selama satu tahun ke depan. Dia memang sedang jadi pengangguran selama enam bulan. Tidak ada perusahaan yang mau menerimanya gara-gara cedera yang berkepanjangan.

Klub terakhirnya, Panathinaikos, terpaksa memutus kontrak pemain berwajah ganteng relatif itu. Dia cuma main semusim pada 2015/16 dan hanya bermain 15 kali gara-gara sering cedera.

Selama menganggur enam bulan, Essien tak diketahui apakah aktif buka Jobstreet atau tidak. Sempat ada beberapa klub yang berminat tapi lagi-lagi gagal. Seperti klub asal Kroasia, Turki, Australia, sampai katanya Thailand.

Akhirnya, datang Persib sebagai pahlawan yang menawarkan solusi penganggurannya Essien. Tak tanggung-tanggung, klub yang bermarkas di Kota Bandung itu menggelontorkan uang miliaran rupiah untuk mendapatkan Essien.

Berdasarkan info dari Transfermarkt, Essien dihargai Rp 11 miliar. Kira-kira setara dengan harga rumahnya Nikita Willy di daerah Jatiwaringin, Jakarta. Jika dibelikan cilok, bisa dapat 2,2 juta porsi untuk dibagikan rata sekota Bandung.

Tapi manajemen PT PBB yang kepanjangannya Persib Bandung Bermartabat, bukan Partai Bulan Bintang, membocorkan kalau mereka sudah tawar-menawar sehingga hanya berkisar Rp 8,5-10 miliar saja, tanpa mau menyebut angka aslinya.

Begitu juga dengan gaji sang pemain. Mungkin takut yang lain pada ngiri. Tapi yang pasti, gaji yang diterima Essien jauh di atas UMR Jawa Barat.

“Persib sangat hebat Bobotohnya. Jadi perekrutan Essien ini kado untuk para Bobotoh,” kata manajer Persib, Umuh Muchtar, dikutip dari BBC Indonesia. 

Essien mengaku sangat senang berada di Indonesia. Dia sebelumnya pernah mampir ke Indonesia saat melakoni tur pramusim bersama Chelsea, beberapa tahun lalu. Pemain yang usianya sekarang 34 tahun itu ingin membantu persepak bolaan Indonesia yang memang masih belum bagus-bagus amat ini.

“Saya banyak dikontak klub Turki, Australia, dan lainnya. Tapi Persib datang dengan niat baik dan saya ingin membantu sepak bola Indonesia. Semoga saya bisa membantu dan berjalan dengan baik,” kata pemain berpostur kekar kayak mamang-mamang Cilok dikutip dari laman resmi Persib.

Kedatangan Essien memang mengejutkan. Para Bobotoh pun dibuat heboh. Bahkan sampai media-media Inggris sekalipun juga dibuat heboh.

mirror persib
Info Essien ke Persib diangkat oleh Mirror.

Tak bakal ada yang menyangka seorang pemain kelas dunia bakal merumput di Stadion Gelora Bandung Lautan Api selama satu musim penuh.

Bila sebelumnya Essien bermain di Parc Olympique Lyonnais (Lyon), Stamford Bridge (Chelsea), Santiago Bernabeu (Madrid), sampai San Siro (Milan), sekarang Essien akan merasakan betapa nikmatnya rumput-rumput seru stadion-stadion di Indonesia.

Essien juga akan menikmati atmosfer yang jauh berbeda dari apa yang dia rasakan di Eropa bersama Chelsea, Madrid, dan Milan. Mulai dari penontonnya yang super heboh, sampai masyarakat Indonesia yang masih suka rada norak kalau ketemu artis.

Begitu juga dengan pemain dan pelatihnya. Essien harus memahami bahwa kualitas sepak bola Indonesia masih jauh di bawah standar Eropa. Bila tadinya bermain di bawah arahan pelatih sekelas Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti, sekarang dia akan menerima perintah dari Djadjang Nurdjaman.

Jika dulunya bermain bersama Frank Lampard, Michael Ballack, Arjen Robben, Kaka, Mesut Oezil, sampai Sami Khedira, kini akan bersanding bersama Kim Kurniawan, Hariono, dan Atep yang kalau passing saja masih suka ke mana-mana.

Namun, tentu akan jadi sebuah kebanggaan tersendiri juga bagi rekan-rekan setimnya, dapat bersanding bersama pemain yang pernah meraih juara Liga Primer dan Liga Champions itu. Essien bisa memberikan pengalaman sampai tips dan trik bermain jitu sebagai gelandang, yang tidak bisa sekadar didapatkan dari Google dan Youtube.

Begitu juga dengan sang pelatih, Djadjang Nurdjaman, yang merasa dirinya seperti Mourinho. “Akhirnya saya merasakan menjadi pelatihnya seorang pemain kelas dunia. Lucky for me,” ucap Djadjang saat diwawancarai Kompas.com.

Meski awalnya sempat diragukan sampai sejauh mana Essien dapat berkontribusi untuk Persib, manajemen PT PBB tetap yakin dengan kemampuan pemain akamsi Ghana itu. Pasalnya, selama setengah musim dia cuma berlatih saja, tanpa bertanding.

Namun, namanya pemain kelas dunia, masih aktif pula dari segi usia, pasti masih banyak berbicara apalagi sekadar bermain di Liga 1 Indonesia. Itulah harapan bagi Persib Bandung.

“Untuk level sepak bola Indonesia, saya yakin kualitas Essien akan unggul dibanding lainnya. Meski saat ini dia tidak bermain di klub manapun,” ucap Umuh.

Main photo credit: persib.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here