Edin Dzeko baru-baru ini mengungkapkan salah satu mimpinya kepada khalayak umum. Jelas saja yang ia ceritakan bukan tentang mimpi basahnya, yang mungkin sudah lupa juga. Siapa juga yang mau mendengar cerita seperti itu.

Ternyata, pemuda asal Bosnia itu mengakui bahwa dirinya pernah bermimpi untuk berkostum tim yang saat ini sedang mengalami kekisruhan, AC Milan. “Rossoneri” diakui Dzeko merupakan salah satu klub idolanya.

Hal itu terjadi pada 13 tahun silam ketika Dzeko mungkin buang air kecil saja belum lurus. Saat itu Dzeko bermain untuk klub kampung halamannya di Bosnia yang namanya saja sudah susah disebut yaitu FK Željezničar.

“Ketika saya bermain untuk Zeljeznicar, impian saya adalah bermain untuk Milan,” kata Dzeko dikutip dari Liputan6.

Kemudian mimpinya hampir saja menjadi kenyataan pada tahun 2009. Bertepatan dengan Pemilu Indonseia. Namun usahanya untuk mewujudkan mimpi jadi kenyataan harus buyar. Pasalnya, Wolfsburg yang saat itu sedang menjadi klub Dzeko, enggan melepasnya ke Milan.

Benar-benar kejam si Wolfsburg ini. Menghancurkan mimpi anak Bosnia yang sudah diidam-idamkannya sejak kecil. Tapi mau bagaimana lagi, beginilah sepak bola.

“Setelah memenangkan gelar juara Bundesliga bersama Wolfsburg, saya nyaris pindah ke AC Milan. Tapi klub tak mengizinkan saya pergi pada waktu itu,” ujarnya.

Ketika itu Wolfsburg memang sedang ngeri-ngerinya di Bundesliga. Mereka menjadi jawara di akhir musim dimana Dzeko menjadi top skor klub di semua kompetisi pada musim itu.

Tentu saja melepas Dzeko akan menjadi kesalahan yang tak bisa diubah kecuali dalam serial Lorong Waktu. Akhirnya Dzeko tidak jadi bergabung dengan Kaka dan kawan-kawan.

Pada bursa transfer musim dingin lalu, Chelsea juga melakukan PDKT dengan Dzeko. Entah dapat nomor HP-nya dari mana. Alasan “The Blues” mendekati Dzeko dikatakan sebab performa Morata tidak kunjung membaik. Pada akhirnya Chelsea merekrut Olivier Giroud dari Arsenal.

https://twitter.com/BIHSPORTLIVE/status/998302229395361792

Dzeko pun tak menampik dirinya sempat didekati Chelsea. Namun pada akhirnya Dzeko memilih untuk tidak mendua dan setia berseragam “Serigala Ibukota”.

“Saya tak siap pindah ke Chelsea, jadi saya bertahan di Roma. Itu merupakan periode yang rumit di mana ada banyak hal keliru yang bisa muncul,” ucap Dzeko. “Ada banyak pikiran yang melintas dalam benak saya dan saya tak begitu yakin tentang apa yang terjadi,” katanya menambahkan.

Dzeko sepertinya memang sudah bahagia bersama AS Roma. Selama tiga musim berseragam tim asal ibukota Italia, total Dzeko telah mengemas 73 gol dari 139 penampilan di semua kompetisi. Catatan yang lebih baik dibanding semua kiper di Serie A dalam jangka waktu yang sama. Tidak ada kiper yang bisa mencetak gol sebanyak Dzeko. Bahkan Buffon sekalipun.

Dzeko pun mengungkapkan bahwa dirinya masih akan bertahan dan menghormati kontraknya yang tersisa dua musim. “Saya masih terikat kontrak dua tahun lagi di Roma. Karier saya kemudian berjalan dengan baik dan sekarang saya sangat bahagia di Roma,” sambungnya.

Main photo: japantimes.co.jp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here