Pemain yang belakangan heboh dengan selebrasi yang biasa-biasa saja, Paulo Dybala, merajuk saat ditarik keluar lapangan oleh pelatihnya. Striker yang kecilnya tinggal di Argentina itu menolak bersalaman dengan Massimiliano Allegri. Apa pasal?

Juventus memang saat itu tengah unggul 2-0 lewat kaki berbulu Gonzalo Higuain dan Sami Khedira. Namun, Dybala sepertinya masih penasaran karena gilirannya mencetak gol tak kunjung tiba.

Beberapa kali peluang emas sedikit bercampur tembaga Dybala gagal diselesaikan dengan baik. Malah sekali kena tiang gawang gara-gara gawangnya kurang digeser sedikit.

Waktu bermain Dybala pun akhirnya habis. Kalau mau nambah, tinggal datang penjaga rentalnya agar ditahan dulu game terakhirnya sampai selesai.

Tepatnya pada menit ke-77, Dybala digantikan oleh Marko Pjaca yang masih saja belum dijadikan starter. Mantan pemain Palermo itu pun tampak kesal. Saat keluar lapangan, dia hanya menyalami Pjaca, itu pun terlihat terpaksa.

Yang jahatnya lagi, Dybala menolak berjabat tangan dengan Allegri. Padahal, mantan pelatih Milan itu sudah menyodorkan tangannya. Sayang, Dybala kemudian menarik tangannya dan langsung diumpetin ke belakang pantatnya, tanda menolak.

Hasil gambar untuk dybala shake hands
Dybala memamerkan sisi Thug Life-nya. (The Sun)

Belum diketahui apa sebab Dybala menolak cium tangan itu. Kemungkinan besar dia kesal karena belum puas bermain dan harus diganti lebih awal. Apalagi, dia masih penasaran belum mencetak gol dan melakukan selebrasi #dybalamask yang lagi happening itu.

Mungkin saja, Dybala kesal lantaran gagar pamer #dybalamask. Maklum, minggu lalu dia sudah mengumumkan makna selebrasinya itu. Dybala pasti antusias ingin kembali menunjukkan #dybalamask ke publik yang baru saja dikerjainya itu.

Bisa juga, Dybala kesal karena dia jarang tampil 90 menit. Pemain yang masih 23 tahun itu memang sering tampil sebagai starter, tapi jarang main penuh. Dari 12 penampilannya sebagai starter di Seri A, Dybala hanya main penuh sebanyak tiga kali saja.

Yang pasti, Allegri memaklumi sikap anak asuhnya itu dan tak akan menghukumnya. Katanya sih tidak akan menghukum, tidak tahu kenyataannya bagaimana.

“Semua pemain pasti ingin dimainkan terus di lapangan. Tidak terjadi apa-apa, pemain bisa marah ketika dicadangkan,” tutur Allegri, dikutip Football Italia.

Pelatih yang jidatnya suka banyak kerutan itu mengaku tidak marah dengan Dybala. Situasi semacam ini juga nanti baik sendiri. Sama halnya kalau pacar kita mengambek. Cukup minta maaf, nanti juga mereda sendiri. Bahkan dia yang kangen pada akhirnya.

“Saya sendiri tidak marah, hal yang biasa pemain marah kepada pelatih, nanti juga mereda. saya baru marah jika pemain tidak berjabat tangan dengan rekan setim ketika ditarik keluar karena mereka harus menunjukkan respek terhadap para pemain,” tambah Allegri.

Minta Maaf

Insiden itu akhirnya disadari oleh Dybala. Pemain yang sok-sokan pakai nomor punggungnya Andrea Pirlo itu katanya sudah minta maaf. Meski tidak melalui konferensi pers dan mengundang wartawan infotainmen, kata maaf disampaikan lewat rekannya, Leonardo Bonucci.

“Dybala sudah menyadari bahwa dia menunjukkan rasa tidak hormat kepada pelatih dan semua pemain. Dia sudah minta maaf dan memahami pelajarannya,” ucap Bonucci yang ganteng itu, seperti dikutip detiksport.

Sementara itu, Direktur Juve, Giuseppe Marotta, turut membela cowok mungilnya itu. Baginya, Dybala tetap cowok yang spesial buat Juve. Salah-salah sedikit tidak apa-apa, asal jangan sampai selingkuh.

“Itu adalah gestur kecil dan tidak penting. Kita harus melihat konteks lebih besar bahwa Dybala merupakan pemain penting dan profesional,” ujarnya, membela.

Main photo credit: Youtube (The Invincible)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here