Setelah 11 tahun, Manchester United dan AC Milan kembali bertemu. Namun jangan harap terjadi laga seru ini di Liga Champions. Soalnya, mereka lagi downgrade dan bertemunya di Liga Europa.

Dulu, iya zaman dulu sekali, duel mereka dinanti di Liga Champions. Bayangkan, ada Clarence Seedorf, Andrea Pirlo, sampai Paolo Maldini bakal berhadapan dengan Ryan Giggs, Paul Scholes, sampai Rio Ferdinand.

Sekarang? Ya sudah pasti tidak ada mereka. Kalau masih ada, pasti mainnya di Liga Champions.

MU dan Milan bertemu di perempat final Liga Europa. Duo “Setan Merah” ini akan membuktikan siapa yang sebenar-benarnya paling setan di antara mereka berdua.

Soalnya pada leg pertama, keduanya remis berbagi angka 1-1. Milan menjaga asa buat masuk semifinal karena berhasil mencetak gol tandang di menit-menit akhir. Siapa yang benar-benar setan akan dibuktikan di leg kedua.

Milan sebenarnya unggul duluan setelah Franck Kessie mencetak gol cukup menarik di babak pertama. Namun, setelah mengecek VAR, ketahuanlah kalau Kessie ini kedapatan handball.

Pertandingan dilanjutkan dengan kedudukan masih 0-0 sampai akhir babak pertama.

Di babak kedua, MU sukses mencetak gol lewat gol pemain muda Amad Diallo. Sebuah umpan matang usai direbus 45 menit dari Bruno Fernandes, bisa disundul ke belakang oleh Diallo.

Hebat banget ini Diallo. Dia bisa menyundul ke belakang tanpa melihat gawang. Sudah seperti Profesor Quirrell saja punya wajah di belakang kepalanya. Jadi bisa melihat ke belakang tanpa harus menengok.

Milan pun berusaha membalasnya. Namun baru bisa membalas pada menit ke-92. Sebuah tendangan sudut bisa disambut dengan sundulan kepala oleh Simon Kjaer. Skor pun seri 1-1, Milan lumayan dapat gol tandang.

“Tentu saja Anda selalu kecewa ketika kebobolan dengan cara seperti itu. Kecewa, tapi sekali lagi itu bisa terjadi. Saya sendiri sudah pernah jadi bagian dari tim yang mencetak gol di injury time lewat bola mati di kompetisi Eropa,” ujar Solksjaer dikutip Detik.

Sedangkan Stefano Pioli, berkomentar begini, “Tim bermain dengan kepribadian. Kami menderita pada saat-saat sulit. Kami tahu mereka memiliki kualitas, tetapi performa ini harus meningkatkan kepercayaan diri kami.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here