Prancis menjadi tim pertama yang lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2018. Tim asal Eropa tetangganya Portugal itu menyuruh Uruguay untuk pamit pulang duluan lewat dua pemain yang berasal dari kota Madrid.

Tampil memakai baju warna putih tak bikin para pemain Prancis jadi linglung. Mereka tetap bisa mengenali pemain-pemainnya satu sama lain dengan begitu baik. Tak jarang mereka saling bertegur sapa.

Uruguay sempat dapat peluang kecil-kecilan dari Christian Stuani usai memanfaatkan umpan Nahitan Nandez. Sayang tendangannya meleset macam tebak-tebakan peserta TTS Cak Lontong.

Beberapa menit kemudian giliran Kylian Mbappe yang mendapat peluang lumayan segar. Tapi Mbappe yang bentuk kepalanya kocak itu bikin bola jadi mengarah entah ke mana. Sundulannya meleset.

Sampai pertengahan babak pertama memang tak ada tim yang membahayakan masing-masing lawannya. Keduanya bermain rapi jali, terorganisir dengan baik, dan minim kesalahan. Bahkan sepanjang laga tak ada yang kena offside sehingga membuat para penjawab kuis Bolatory harus gigit jari enggak ada yang benar.

Sampai akhirnya tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Macam bel pulang sekolah di sekolah-sekolah karena tak ada namanya bel pulang sekolah tapi adanya di perkantoran. Krik.

Berawal dari Rodrigo Bentancur yang enak banget menyepak kaki Mbappe sampai tersungkur. Wasit lalu menghadiahi kartu kepada Bentancur padahal tidak sedang momen natalan.

Tendangan bebas dilakukan oleh Antoine Griezmann yang makin hari makin terlihat ganteng tanpa ada jerawat di wajahnya. Bola dikirimkan ke kotak penalti yang langsung disambut manis oleh Raphael Varane.

Sundulan tipis ubun-ubun Varane bikin bola berbelok masuk ke pojok gawang Fernando Muslera. Bola bersarang di pojokan macam kulkas dapur.

Uruguay langsung bereaksi usai kebobolan. Mereka ingin segera membalasnya dengan gol yang hampir sama persis dengan apa yang dilakukan Varane. Bedanya dilakukan ke gawang Lloris bukan gawang Muslera.

Tendangan bebas Lucas Torreira langsung disambar oleh Martin Caceres. Sundulannya tampak bakal menjadi gol. Tapi tiba-tiba ada tangan Hugo Lloris yang bisa menyambar bola di depan garis gawang.

Berkat badannya yang panjang, Lloris melakukan tepisan luar biasa. Bayangkan kalau badannya Lloris pendek, pasti tidak akan sampai dan akan terjadi gol.

Sialnya, bola muntahan Lloris disambar lagi oleh Diego Godin dengan penuh nafsu birahi. Akhirnya tak terlampiaskan, habis begitu saja karena tendangannya terbang ke atas menuju pusat tata surya.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1015248598290845696

Di babak kedua, Uruguay mencoba melawan lagi tapi Prancis juga baik pertahanannya. Keempat pemain belakang “Les Bleus” tak mau memberikan peluang begitu saja kepada Luis Suarez dan kawan-kawan. Masak iya mau memberikannya begitu saja.

Sampai akhirnya Prancis menambah gol lagi lewat pemain yang sama-sama merumput di Kota Madrid selain Varane, Griezmann. Usai mendapat umpan pendek dari Corentin Tolisso, Griezmann melepaskan tendangan keras dengan ancang-ancang tak sampai sejauh gerbang istana.

Apes, tendangan tersebut gagal diamankan dengan sempurna oleh Muslera. Bola sebenarnya bisa ditepis, tapi tiba-tiba Muslera kerasukan Lloris Karius sehingga bola mengarah ke belakang.

Muslera tampak menyesali perbuatannya. Bagaimana bisa bola yang bisa ditepisnya ke depan, malah meleset dari tangannya sehingga bikin bola jadi ke belakang. Padahal Griezmann tidak mengeluarkan jurus apapun seperti di gim Super Shot Soccer.

Teman-teman seperjuangannya mendadak lemas melihat gol tersebut. Bahkan sampai ada yang menjatuhkan diri. Mungkin sudah lelah hayati.

Uruguay masih berusaha keras untuk membuat gol, minimal satu, syukur-syukur bisa lima. Pelatih Oscar Tabarez memasukkan dua pemain tak terkenal, hasilnya tetap tak dikenal.

Suarez tampak main sendirian akibat absennya Edinson Cavani. Tiap melihat kanan-kiri, adanya cuma Stuani. Meski sama-sama berakhiran -Ni, tapi kualitas dan kegantengannya pun beda.

Begitu frustrasinya sampai bikin seorang pemain bernama Jose Gimenez ini menangis. Tidak jelas apa sebabnya. Padahal pertandingan masih tersisa lima menitan lagi.

Mungkin sudah memikirkan bakal bertemu istrinya lagi di rumah yang bakal cerewet tak tertahankan. Tapi bisa juga karena dia sedih tak bisa bermain maksimal sehingga negaranya harus tersingkir. Begitu dalam rasa nasionalismenya, begitu haru.

https://twitter.com/FootballFunnnys/status/1015271311545982976

Sampai akhirnya peluit panjang ditiup mulut bau sang wasit. Prancis pun menang dan melenggang. Sementara Uruguay harus pulang.

Para pemain Uruguay harus pamit duluan, beruntung perut para pemainnya masih rata. Maklum, namanya jalan-jalan ke negara orang, dikhawatirkan bakal banyak jajan dan membuat perut jadi buncit. Apalagi mereka di sana sudah dua mingguan lamanya.

“Kami tak bisa menandingi kekuatan fisik mereka. Hari ini kami menghadapi tim yang lebih baik dan lebih kuat dari kami. Kami harus akui itu dan mengucapkan selamat buat mereka. Saya katakan kepada pemain setelah pertandingan bahwa saya bangga,” ucap pelatih Uruguay yang bersahaja meski pakai tongkat, Oscar Tabarez.

Sementara pelatih Prancis, Didier Deschamps, beranggapan bahwa timnya masih bisa lebih berkembang lagi dari ini. Syarat buat juara Piala Dunia memang begitu, makin hari makin bagus, bukan makin loyo.

“Kami sudah melakukan hal besar melawan Argentina. Sekarang kami juga menaikkan level kami. Saya memiliki tim yang bagus dan masih punya banyak ruang untuk berkembang,” katanya.

Main photo: @Squawka

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here