Lini depan Inter Milan menunjukan ketajamannya pada laga melawan Sassuolo. Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku terlihat kompak sekali macam Duo Serigala sedang goyang dribble, dengan sama-sama mencetak dua gol pada kemenangan 4-3 atas tim tuan rumah.

Kemenangan memang jadi harga mati bagi Inter Milan apabila mau merebut gelar Serie A dari tangan Juventus. Kalau tidak mau, ya lebih baik tidak usah main saja sekalian. Lebih enak di rumah saja minum kopi sambil makan gorengan.

Sebab pada malam sebelumnya Juventus berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Bologna dan memperlebar jarak di puncak klasemen.

Ternyata Inter masih sangat semangat untuk memotong jarak dengan Juventus. Pada jalannya laga di Mapei Stadium, duet Lukaku dan Martinez bermain dengan sangat ganas.

Memegang teguh sila kelima dari Pancasila yang mengenai keadilan, keduanya sama-sama mencetak dua gol pada laga tersebut. Selain itu mereka juga sama-sama mencetak satu gol melalui titik putih.

Inter bahkan sudah unggul terlebih dahulu saat laga baru berjalan 65 detik saja. Para pemain mungkin belum pada berkeringat dan bau sumur badannnya saat itu. Namun Sassusolo membalas di menit ke-16 melalui Domenico Berardi membuat skor menjadi 1-1.

Pada menit ke-38 Lukaku kembali membawa Inter memimpin lewat golnya. Mendapat operan dari Stefan de Vrij, Lukaku dengan postur yang nampaknya memiliki body balance sebesar 99 kalau di gim playstation, menahan bola sebelum berputar dan menendang.

https://twitter.com/Sporf/status/1186007778906775552

Pelanggaran terhadap Lautaro di akhir babak pertama membuat Inter mendapatkan penalti. Lukaku yang menjadi eksekutor dengan mudah menaklukan kiper Sassuolo. Skor 3-1 mengakhiri babak pertama.

Lukaku sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencatatkan hattrick pertamanya untuk Inter. Pada menit ke-71, Inter kembali mendapat penalti. Tapi pada penalti kedua, Lukaku malah memberikannya kepada Lautaro untuk. UwU sekali mereka. Martinez pun tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Sassuolo sempat membuat laga berjalan makin panas setelah membalas dua gol. Pertama melalui gol Filip Duricic di menit ke-71. Setelah itu aksi individu Jeremie Boga yang gesit banget macam motor Smash diakhiri dengan sebuah gol dan membuat skor menjadi 4-3.

Sayang hingga laga usai tak ada gol tambahan yang tercipta. Kemenangan 4-3 menjadi milik Inter.

Lukaku menilai Inter semestinya bisa mengontrol pertandingan lebih baik lagi, sehingga tak perlu menghadapi situasi penuh tekanan semacam ini setelah unggul dua gol.

“Kami melakukan segalanya dengan benar di babak pertama, seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol di babak kedua. Saat skornya menjadi 3-1 dan 4-1, semestinya sudah berakhir,” ungkapnya dikutip dari Detik.

“Sisi positif yang kami ambil adalah kami memetik tiga poin, tapi kami perlu bertahan lebih baik lagi.”

https://twitter.com/ScoutedFtbl/status/1185901887196823554?s=20

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here