Bukan El Classico namanya kalau tidak seru. Kalau tidak seru berarti bukan El Classico namanya. Pertandingan Barcelona melawan Real Madrid memang selalu menghadirkan drama, tak kalah dengan sinetron-sinetron yang ada di TV.

Dalam laga Piala Super Spanyol leg pertama, Madrid mampu mengungguli Barcelona dengan skor 3-1 di depan warganya Barcelona. Yang jadi bintang dan sorotan, siapa lagi kalau bukan Cristiano Ronaldo, pemain tampan yang jagonya enggak sudah-sudah.

Madrid unggul lebih dulu lewat Gerard Pique yang berbaik hati mencetak gol ke gawangnya sendiri. Mungkin kasihan, beberapa kali menyerang “Los Blancos” gagal terus.

Operan silang membelah bumi dari Marcelo maksud hati ingin dipatahkan Pique. Namun, jurus selengkatnya malah membelokkan bola dan masuk ke gawangnya dengan penuh rasa nyaman.

Barcelona tidak mau kalah. Di babak kedua, jurus diving Luis Suarez tiba-tiba keluar, jurus yang pencetannya belum diketahui banyak orang karena hanya dia yang bisa begitu.

Suarez memang mendapat jegal dari Keylor Navas yang hobi bernapas. Tangan Navas dan kakinya sedikit menyentuh Suarez. Tapi seperti biasa, pemain bergigi rada tonggos itu langsung kelojotan bagai kena knalpot Ninja.

Sikap lebay-nya langsung dicibir oleh warga Madrid. Sergio Ramos bahkan sampai mendorong Suarez yang lagi asyik guling-guling. Seperti biasa pula, warga langsung mengerubung wasit minta penjelasan. Namun, wasit berkata “penalti”.

Lionel Messi tak segan-segan membobol gawang Navas lewat titik putih. Bolanya bersarang penuh semangat, tanpa ada rasa sesal di hati sang bola.

Sayang, Madrid ternyata juga punya jurus kece. Ronaldo yang baru dimasukkan menggantikan Karim Benzema jadi jurus pamungkasnya Zinedine Zidane.

Lewat serangan balik yang cepat, Ronaldo melakukan kerja sama apik dengan Isco yang mirip Reza Rahadian. Usai berlari mengejar bola, dia menggocek Pique sedikit sebelum akhirnya melepaskan tendangan indah bak rambutnya Raline Shah.

Ronaldo langsung lari berselebrasi mengikuti dua tokoh legend di sepak bola. Pertama membuka bajunya untuk memamerkan dada bidangnya yang berotot kekar, mengingat gaya selebrasi Mario Balotelli ke gawang Jerman yang fenomenal.

Kedua, dia mengambil kausnya lalu dikibarkan ke arah penonton mengikuti gaya selebrasi Messi di Santiago Bernabeu beberapa waktu lalu. Pemain asli Portugal itu sukses membalas gayanya Messi, yang bikin fans Barcelona menyebut kata “anjay“.

Ronaldo benar-benar jadi artis di panggung Camp Nou. Usai ikut-ikut selebrasinya Messi, pemain berambut kaku macam kanebo kering itu diusir dari lapangan semenit berselang.

Gara-garanya, Ronaldo dituduh melakukan diving saat mendapat gangguan dari Samuel Umtiti. Dalam tayangan ulang, memang Umtiti sama sekali tidak menjegal Ronaldo. Namun, jatuhnya Ronaldo juga tak bisa dianggap diving karena posisi tubuhnya memang lagi terhuyung-huyung dapat gangguan dari Umtiti.

Hal itu diakui komentator dalam laga itu yang menyebut bahwa itu bukan penalti, tapi juga bukan tindakan diving. “Itu bukan diving, itu juga bukan penalti. Tapi wasit melihatnya berbeda. Saya pikir wasit bersikap salah,” ucap komentator ESPN.

Saking kaget dan kesalnya Ronaldo dituduh diving, dia sampai refleks mendorong punggung wasit yang diketahui bernama Ricardo De Burgos. Pemain berusia 32 tahun itu kini menanti hukuman yang bisa lebih berat lantaran bisa dianggap melakukan dorongan secara fisik kepada wasit.

Zidane juga bete dengan sikap Burgos. Dia mengakui kalau itu bukan penalti, tapi tak seharusnya Ronaldo diberikan kartu kuning kedua. Kartu kuning pertama tentu saja didapat saat selebrasi melepas kaus. Sok-sokan.

“Apa yang membuat saya kesal adalah pengusiran Cristiano Ronaldo. Mungkin memang tidak layak diberi penalti, tapi mengganjar sebuah kartu untuk dugaan diving itu sedikit kejam,” ucap Zidane, seraya mengingatkan kita pada dialog Cinta kepada Rangga, “Rangga, apa yang kamu lakukan itu JAHAT”.

Ya hitung-hitung Ronaldo dan wasit sama kejamnya. Bedanya, Ronaldo kejam kepada Barcelona, sampai bikin fans Barca makin bete gara-gara gol cantiknya serta selebrasi ikut-ikutan legendanya. Tindakan kejamnya langsung dibalas oleh wasit juga cukup kejam.

Meski Madridnya kurang pemain, Barca gagal menyamakan kedudukan. Yang ada malah mereka kebobolan lagi dengan rasa kurang ikhlas. Lagi-lagi dari serangan balik, kemudian Marco Asensio mencetak gol cukup keren yang bikin penonton tak menyangka itu adalah gol.

Skor 3-1 buat Madrid, cukup mengamankan posisi untuk main di leg kedua nanti. “Kami senang dengan hasilnya, tapi ini belum berakhir. Masih ada satu leg lagi,” sambung Zidane.

Sementara itu, pelatih Barca, Ernesto Valverde, masih belum percaya dengan kekalahan ini. Mungkin dia masih setengah mimpi, belum menerima kenyataan dan takdir. Menurut pelatih berkelamin pria itu, Barca bermain cukup bagus dan tak pantas kalah.

“Saya menilai kami tak tertinggal jauh dari Madrid. Kami bermain baik dan punya sejumlah peluang, sedangkan mereka hanya lebih tajam,” katanya, dikutip Bola.net. 

 

Main photo: @RMadridInfo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here