Duel sesama tim anak sultan terjadi kala Real Madrid jumpa Manchester City pada babak 16 besar Champions League. Bertanding di Santiago Bernabeu, tuan rumah Madrid takluk dari City dengan skor tipis 1-2.

Seperti kita tahu bahwa kedua tim ini memang merupakan tim kaya raya yang uangnya mungkin petik dari pohon di belakang rumah.

Real Madrid sudah dikenal sebagai tim yang kaya dari zaman dahulu kala yang doyan beli pemain mahal. Model seperti ini sering disebut sebagai old money kalau di dunia kaya-kayaan.

Sementara kalau yang satu lagi ini memang bisa dibilang sebagai OKB alias orang kaya baru. Kucuran dana Timur Tengah kita tahu baru mengalir ke City akhir tahun 2000-an.

Tentu pertandingan ini bakal sangat ditunggu-tunggu oleh sepak bola mania seluruh dunia. Tapi pertandingan antara old money melawan OKB justru mampu dimenangkan oleh anak kemarin sore, City.

Padahal Madrid ini sudah bisa dibilang sebagai salah satu tim abang-abangan di kompetisi Eropa. Belasan trofi sudah mereka dapatkan. DIbanding City yang suka kocak kalau main di kompetisi antar negara.

Balik lagi, namanya sepak bola, memang semua bisa terjadi. Kita manusia tak pernah tahu, cukup bandar saja.

Kedua tim sendiri saling berbalas serangan di babak pertama namun tidak ada gol yang kunjung tercipta. Madrid baru memecah kebuntuan di babak kedua lewat Isco.

Pressing ketat yang dilakukan Madrid membuat pemain City kelabakan dan kocar-kacir berantakan macam tongkrongan kalau ada kecoa terbang. Bola didapat Vinicius Junior langsung dioper ke Isco yang menyelesaikannya dengan baik.

Tapi City membalikan keadaan dalam tempo lima menit saja. Pemain yang merupakan versi dewasa dari Kevin “Home Alone” yaitu Kevin de Bruyne berperan penting dalam dua gol City dengan menciptakan assist dan mencetak gol penalti.

https://twitter.com/FootyHumour/status/1232783057251454977?s=20

Beberapa menit berselang Madrid juga terpaksa bermain dengan 10 orang usai Sergio Ramos diusir wasit dengan kartu merah langsung. Skor 2-1 akhirnya bertahan hingga akhir laga.

“Tentu saja ini hasil yang bagus. Kami sebelumnya tak mampu mencetak gol di dua laga tandang (kontra Liverpool tahun 2018 dan Spurs di 2019). Jadi ya, kami berhasil mewujudkannya,” tandas Pep Guardiola dikutip dari Detik.

Sementara Zinedine Zidane mengaku kecewa kaena gagal meraih kemenangan di laga leg pertama. “Kami membuat eror dan itu menyakiti kami. Kami membutuhkan 90 menit penuh untuk konsentrasi, terutama menghadapi tim seperti Man City,” kata Zidane dikutip dari Okezone.

Main photo: cadenaser.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here