Pertandingan besar tersaji di babak keempat Carabao Cup a.k.a Piala Liga Inggris. Tottenham Hotspur sukses menyingkirkan Chelsea lewat babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1.

Laga ini juga merupakan momen pertemuan antara suhu dan muridnya yaitu Jose Mourinho dan Frank Lampard. Bukan suhu dari forum yang alamat websitenya pakai angka-angka tapi.

Seperti diketahui bahwa Lampard sempat menjadi andalan Mou ketika melatih Chelsea di era awal anak sultan.

Namun kini keduanya bertemu sebagai sesama pelatih. Mou dan Lampard sendiri sudah beberapa kali bertemu sebagai pelatih sebetulnya.

Baik itu ketika Mou bersama MU dan Lampard melatih Derby County serta bersama masing-masing klub saat ini.

Sayang dari semua pertemuan tersebut, Mourinho selalu kalah dari mantan anak asuhnya. Ibarat pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing sambil kayang ini namanya.

Kemenangan ini membuat Mou akhirnya memberikan pil pahit pertama bagi Lampard dari sejumlah pertemuan mereka.

https://twitter.com/Troll__Footbal/status/1311032696190058496?s=20

Lumayan pahit sepertinya. Masih awal musim soalnya, sudah hilang saja satu kesempatan juara. Padahal baru belanja macam anak sultan.

Pada laga itu sendiri Chelsea sebenarnya unggul terlebih dahulu melalui striker baru mereka, Timo Werner. Spurs dibuat cukup dead style alias mati gaya di babak pertama.

Namun tuan rumah mulai bangkit di babak kedua hingga akhirnya berhasil mencetak gol lewat Erik Lamela enam menit jelang laga usai.

Pada babak adu penalti hanya tendangan Mason Mount yang mampu ditepis pagar belakang gawang karena melebar. Spurs pun berhak ke babak selanjutnya setelah menang 5-4 di babak adu penalti.

“Apa pun bisa terjadi melalui adu penalti, Anda tentu ingin bertahan di kompetisi ini, tetapi ada banyak hal yang harus bagus. Kami mendominasi babak pertama, tetapi permainan berubah. Saya sedikit senang,” kata Lampard seperti dikutip dari Detik.

Sementara Mou juga memuji timnya yang dinilai bermain lebih bagus dari Chelsea. “Kami tim terbaik tadi, kami bermain sangat bagus. Di babak kedua, tim sebagus Chelsea jadi kelihatan biasa-biasa saja, padahal kenyataannya tidak begitu. Itu karena kami main sangat bagus.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here