Pertandingan derby Milan menghasilkan pertandingan yang alot dan dramatis macam drama-drama Korea yang pada suka operasi plastik itu. Kedua tim tak ada yang mau mengalah, baik Inter atau Milan akhirnya harus berbagi hasil 2-2.

Meski sama-sama mengontrak, Inter berstatus sebagai tuan rumah. Namun, mereka justru tertekan di babak pertama. Milan beberapa kali membombardir si tuan rumah, beruntung Inter punya kiper. Kalau tak ada kipernya, pasti bakal mudah kebobolan.

Inter sendiri juga bukan tanpa serangan, beberapa kali usahanya masih belum mencapai angka maksimal. Mungkin masih kurang doa.

Sampai pada akhirnya, Milan kecolongan. Entah bagaimana Antonio Candreva menerima umpan dari Roberto Gagliardini, langsung diceploskan ke gawang Gianluigi Donnarumma yang gelagapan menerima tendangan tersebut kayak kena serangan kecoak terbang.

Inter memperlebar jarak skor setelah aksi kerja sama satu-dua Ivan Perisic dan Mauro Icardi membuahkan hasil. Perisic melakukan kecepatan maksimal di pinggir lapangan, pencetan R1 tak dilepasnya sampai dia melepaskan umpan matang kepada Icardi. Kapten Inter itu dengan mudah mencebok bola dengan air di depan gawang Donnarumma.

Unggul 2-0 rupanya bikin Inter lengah. Pada menit ke-82, bek Alessio Romagnoli mampu mencocor bola hasil umpan membelah awan dari Suso.

Unggul tipis, Inter banyak buang-buang waktu. Alhasil, wasit memberikan waktu tambahan sampai enam menit. Hal itu mampu dimanfaatkan oleh Milan yang mencetak gol penyeimbang lewat Cristian Zapata pada menit ke-96.

Berawal dari tendangan pojok yang dilepaskan salah satu pemain Milan yang memakai baju putih, kemudian disundul tipis oleh Carlos Bacca. Sundulan Bacca yang mengarah keluar mampu disambar oleh Zapata. Bola tidak sampai ke jaring, cuma lewat garis saja sedikit.

Meski sempat dibuang keluar oleh Gary Medel, wasit menunjukkan aplikasi Goal Line Technology yang lagi happening itu. Bukan maksud pamer, tapi begitulah adanya.

Pemain Inter kecewa, pemain Milan langsung bersorak-sorai bergembira. Apalagi fans-nya yang ada di rumah, bisa bikin kaget tetangga.

Hasil ini memang imbang, adil bagi kedua tim. Sayang, masih ada yang belum ikhlas alias kecewa dengan hasilnya. Tak lain dan tak bukan adalah si tuan rumah.

“Ini memalukan dan mengecewakan. Kami mampu bermain bak, tapi saya sangat kecewa karena kami kurang konsentrasi menghadapi bola mati. Kami harusnya fokus sampai menit akhir karena pertandingan berakhir setelah wasit meniup peluit akhir,” kata Stefano Pioli, pelatih Inter.

Sebaliknya, pelatih Milan, Vincenzo Montella, mengacungkan jempol kepada wasit yang memberikan waktu tambahan cukup lama. Selain itu, dia juga kasih jempol buat para pemainnya yang mampu comeback di laga derby.

“Saya pikir Inter membuang-buang waktu selama 25 menit terakhir dan wasit menyadarinya kemudian memberikan tambahan waktu yang memadai. Comeback dua gol di laga derby adalah sesuatu yang luar biasa. Saya merasakan lebih dari yang biasanya,” ujar Montella.

Inter memang harus terima hasilnya. Sekarang seri, mungkin lain kali ada kesempatan buat menang. Tenang, Seri A tiap tahun digulirkan, bukan harus menunggu empat tahun sekali macam Piala Dunia.

Main photo credit: Youtube (PincoPallinoTom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here