Laga dua klub ‘anak sultan’ terjadi kala Paris Saint-Germain jumpa Real Madrid pada laga pembuka Champions League. Pada laga yang digelar di Parc des Princes, “Los Blancos” dipermalukan “Les Parisiens” setelah terkena jurus “sang mantan”.

Jurus mantan yang dimaksud adalah Angel Di Maria yang sukses mencetak dua gol dari kemenangan 3-0 PSG atas Madrid. Berbahaya memang kalau kena-kena jurus mantan.

Sering terjadi memang jurus-jurus mantan seperti itu. Bilangnya ngajak balikan, tahunya hanya dimanfaatkan. Antar jemput 24 jam hanya untuk dicampakan. PHP level Pilpres.

Di Maria memang tampil begitu mengesankan di laga tadi malam. Bahkan menurut Squawka, Di Maria mencatatkan statistik 100% untuk akurasi operan (13), gocekan sukses (3), dan akurasi tendangan (2).

Berbanding terbalik dengan performa mengesankan Di Maria, seorang pemain Madrid juga menjadi sorotan setelah membuat statistik yang bisa membuat kita berkata W O W.

Tiga gol yang bersarang di gawang Thibaut Courtois membuatnya kini sudah kebobolan 56 gol dari 40 laga yang dijalani bersama Madrid.

Entah kapan terakhir kali ia mencatatkan clean sheet untuk Madrid. Mungkin masih zaman Orde Baru saat itu saking lamanya.

Bila dilihat-lihat Madrid ini mirip juga dengan klub kaya asal tanah Britania yang kerjanya belanja tapi kurang terlihat hasilnya. Petunjuknya adalah klub ini berasal dari Manchester. Bisa dijawab sendiri siapa yang sering jajan macam anak sultan, tapi kerjanya dipermalukan.

Jangankan untuk mencetak gol, sepanjang laga ini bahkan Madrid tak mampu untuk membuat tendangan yang mengarah ke gawang satu kali pun.

Gol pertama PSG tercipta berkat kerja sama satu dua Juan Bernat dan Mauro Icardi yang menghasilkan umpan tarik ke kotak penalti. Tanpa banyak cingcong Di Maria langsung melepaskan tendangan dari sudut sempit.

Di Maria benar-benar menjadi bintang di laga itu setelah mencetak gol keduanya di menit ke-33. Idrissa Gueye yang berhasil memotong bola, langsung mengopernya kepada Di Maria yang berada di depan kotak penalti.

Lagi-lagi tanpa banyak bacot seperti Deddy Corbuzier, Di Maria langsung melepaskan tendangan keras dari depan kotak penalti. Skor 2-0 untuk PSG.

Beberapa kali Madrid sempat membuat peluang, bahkan mencetak gol melalui Gareth Bale. Untung belum selebrasi karena bisa malu jadinya sebab Bale dianggap melakukan handball.

Pada injury time babak kedua, Madrid malah kembali kebobolan. Jurus L1+X antara dua full back Juan Bernat dengan Thomas Meunier di depan gawang, berakhir dengan gol ketiga PSG. Meunier dengan mudah menendang bola ke gawang yang ditinggal Courtois. Skor akhir 3-0 untuk kemenangan PSG.

“Mereka layak untuk menang. Mereka sangat bagus di tiap lini. Ketika anda bermain di level ini, sulit ketika standar dan ritme anda tak bagus,” ujar Zinedine Zidane memuji permainan PSG seperti dikutip dari Detik.

Sementara Thomas Tuchel juga mengatakan para pemainnya bermain sangat bagus di laga tersebut.

“PSG tampil sangat hebat pada laga melawan Real Madrid. Ini adalah pencapaian yang sangat besar. Kami tampil lebih baik dan pantas untuk menang,” ujar Tuchel dikutip dari Bola.com.

Main photo: @football__tweet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here