Sebuah laga seru diperlihatkan antara Prancis versus Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Memang inilah yang ditunggu-tunggu, duel tim besar lalu menghadirkan balas-balasan dan banyak gol. Kalau perlu sampai belasan gol sekalian.

Cuma sayang, hanya ada satu tim saja yang berhak melangkah ke babak berikutnya. Tim yang beruntung itu adalah Prancis. “Les Blues” sukses mengalahkan Argentina dengan skor 4-3.

Kedua tim mengawali pertandingan dari sebuah tiupan peluit wasit yang tak bernada. Khawatir kalau sampai ada nadanya, bisa-bisa pada joget Tik Tok di lapangan.

Prancis menggunakan seragam warna biru gas elpiji sedangkan Argentina pakai biru muda garis putih seperti kostumnya Argentina. Meski sama-sama biru, tetapi Argentina mengalah dengan memakai warna biru lebih muda. Memang di mana-mana yang mudaan itu yang mengalah.

Baru berjalan beberapa menit, Prancis sudah mengancam gawang Argentina yang dikawal Franco Armani. Armani ini dipilih sebagai kiper Argentina bukan karena nama yang mirip dengan merek baju terkenal, melainkan karena memang dia bisa menjadi kiper.

Tendangan bebas yang dilakukan Antoine Griezmann mengarah persis ke mistar gawang. Padahal Armani yang namanya sekilas dibaca “Air Mani” itu sudah pasrah diam saja kayak murid SD enggak bisa jawab pertanyaan gurunya.

Prancis tak menyerah. Kali ini serangan balik mereka lancarkan karena tahu bek-beknya Argentina ini suka pada melawak. Benar saja, Kylian Mbappe yang speed-nya 90-an langsung ngebut macam internet perkantoran.

Dia merasa dirinya seperti Tsubasa yang menggiring bola dari tengah lapangan sampai ke kotak penalti lawan. Beruntung larinya tak sampai satu episode, hanya beberapa detik kemudian Mbappe yang wajahnya kayak Kura-Kura Ninja terpaksa dijatuhkan Marcos Rojo.

Penalti langsung diberikan. Memang cukup jelas bagi Rojo tanpa Lele untuk menghalangi pergerakan Mbappe. Griezmann tak menyia-nyiakannya, bola ditendang santai tapi mengecoh Armani.

Unggul 1-0 bikin Prancis langsung undur diri. Mereka bertahan menunggu Argentina keluar menyerang. Kali-kali saja dapat peluang counter attack kayak gol pertama.

Dan benar, Prancis kembali dapat peluang counter attack lewat Mbappe yang harus kembali diganjal bek Argentina. Sayangnya, tendangan bebas dilakukan Paul Pogba hanya terbang tinggi nyangsang di pohon Rambutan.

Argentina yang menguasai laga tapi enggak pernah bikin peluang berbahaya itu akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Tak diduga, Angel Di Maria melepaskan tendangan LDR dari luar kotak penalti yang tak bisa dijangkau Hugo Lloris.

Mungkin ke depannya Lloris perlu memakai bantuan tongkat E-Toll yang sedang marak. Siapa tahu dengan tongkat itu bisa lebih menjangkau bola yang terlampau jauh.

Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Di babak kedualah pertunjukan baru dimulai. Penonton tidak rugi sudah membeli tiket pertandingan. Apalagi yang menonton di rumah, tak rugi sama sekali karena cuma gratisan.

Argentina berbalik unggul enggak sengaja lewat gol Gabriel Mercado. Tendangan Lionel Messi mendadak berubah arah setelah mengenai kaki Mercado enggak sengaja sehingga mengecoh Lloris. Untung saja kena Mercado, coba kalau tidak kena belum tentu tendangan Messi itu gol.

Prancis tak menyerah dan tak hilang akal apalagi sampai gangguan kejiwaan. Hanya sembilan menit dari gol Mercado, Benjamin Pavard tak mau ketinggalan bikin gol juga. Mentang-mentang sama-sama bek kanan seperti Mercado, dia merasa tersaingi.

Tapi gol Pavard jauh lebih berkelas. Lewat sebuah umpan panjang Lucas Hernandez dari pinggir, Pavard langsung menendang first time sambil voli bercampur takraw yang menghasilkan sebuah “Golazo jebret” yang keren banget.

Tendangannya pun diberikan efek slice macam pisau puding sehingga menghadirkan bola yang tak mampu ditepis oleh Armani.

Momentum persamaan skor kemudian dimanfaatkan dengan baik bagi Prancis untuk menambah gol lagi. Lagi-lagi lewat sisi kiri dari Hernandez. Kali ini bola didapat Mbappe yang sukses mengeluarkan jurus gocekan di tengah-tengah keramaian warga Argentina.

Tendangan kaki kirinya lalu bersarang manis di gawang Armani. Armani sebenarnya sudah berusaha sekuat tenaga untuk membloknya. Tapi pengalamannya yang belum cukup di level internasional bisa jadi bikin dia jiper. Alhasil mudah banget ditembak begitu oleh Mbappe.

Armani yang kurang terkenal memang dalam dua pertandingan terakhirnya tidak membuat penyelamatan yang gemilang-gemilang amat. Banyak yang menyangsikan kiper ini bakal sukses menggantikan peran Sergio Romero dan Willy Caballero.

Unggul 3-2 bikin Prancis makin pede mampus. Hanya berselang empat menit mereka menambah gol lagi untuk menjauhkan diri dari Argentina. Kalau cuma selisih satu takut memberi enak “Tim Tango” itu untuk menyamakan kedudukan.

Operan tipis dari Olivier Giroud diselesaikan dengan baik oleh Mbappe yang lagi gacor banget pada laga ini. Buruknya pertahanan Argentina ditambah kiper yang biasa-biasa saja jadi bikin gawang mereka diobok-obok oleh Mbappe dan kawan-kawan.

https://twitter.com/shotongoal247/status/1013089478200709122

Skor 2-4 sudah pasti bikin Lionel Messi pusing lagi. Kali ini sudah tak ada Panadol atau Paramex yang membantunya. Dia harus bisa mengalahkan pusingnya sendirian.

Pelatih Jorge Sampaoli sempat memasukkan Sergio Aguero untuk menambah daya gedor. Lucunya, Sampaoli tak memasukkan Gonzalo Higuain atau Paulo Dybala yang masih nganggur di bangku cadangan. Kerjaannya cuma menonton doang, duduk nyender kayak gitar nganggur.

Sampaoli malah memasukkan Maximiliano Meza yang seorang gelandang sayap tapi kualitasnya tak sebagus Dybala atau Higuain. Kasarnya dibilang pemain medioker. Dalam tiga laga sebelumnya, Meza tak membuktikan apa-apa.

Serangan Argentina masih buntu juga. Tak menghasilkan gol ke gawang Lloris maupun ke gawang Armani. Aguero pada akhirnya mampu memperkecil kedudukan menjadi 4-3. Tapi usahanya sudah kebangetan basi. Golnya dicetak pada menit ke-93 lewat sundulan kepala disertai rambut berminyaknya.

Warga Argentina sempat berharap timbul mukjizat Nabi Musa yang mampu membelah lautan. Bedanya membelah gawang Lloris. Pada menit terakhir sempat ada ancaman, tapi menguap begitu saja. Warga Prancis yang lagi olahraga jantung akhirnya bisa beristirahat dengan tenang. Mereka masih lanjut liburannya di Rusia.

“Gol kedua mereka cukup mengguncang kami. Tapi saya tidak takut dengan gol balasan Argentina. Saat saya masih bermain juga demikian. Selama wasit belum meniup peluit panjang, segalanya masih mungkin,” kata Didier Deschamps.

Sedangkan Argentina? Ya harus segera pesan tiket pesawat. Bisa di Traveloka, Blibli, atau Booking.com. Bebas pilih yang mana, asal ada tujuan Buenos Aires, kampung halaman Messi dkk. Messi dkk sepertinya sudah tak sabar ingin masuk kerja hari Senin, makanya hari Sabtu ini ngebet banget pulang naik pesawat.

Pelatih Jorge Sampaoli sudah bingung mau mesti gimana lagi. Segala hal dilakukan buat melayani anak emas Messi. Meski sebenarnya salah besar karena dalam sebuah tim harusnya tak boleh ada yang dianak-emaskan.

“Kami mencoba banyak taktik berbeda, mengelilinginya, dan menciptakan ruang buat dia. Kami sudah mencoba segalanya bahkan keinginan buat menang jauh lebih kuat, mungkin lebih kuat daripada konsep sepak bola kami,” kata Sampaoli yang namanya suka dipelesetkan jadi “Sampah Oli”.

Main photo: Squawka

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here