Perjalanan bagus Milan akhirnya terhenti juga di tangan Atalanta. Entah harus memuji yang mana, tapi dua-duanya memang lagi sama bagusnya. Jadi cocok dipuji keduanya. Alhasil, hasil seri 1-1 sesuai pengamalan Pancasila sila kelima sudah tepat dilakukan karena sama-sama adil bagi keduanya.

Milan dan Atalanta memainkan pertandingan pada hari Sabtu dini hari kemarin. Milan unggul lebih dulu lewat gol cantik Hakan Calhanoglu dari tendangan bebas.

Sebuah tendangan bebas yang sangat cermat dan terukur, entah diukur pakai alat ukur apa. Soalnya penempatan bolanya benar-benar di ujung banget. Diukur pakai penggaris guru juga rasanya sulit.

Hal menarik kedua saat Atalanta dapat penalti. Namun tendangan penalti Ruslan Malinovsky yang nama depannya kayak nama orang Betawi, berhasil digagalkan Gigi Donnarumma.

Beruntung ada Duvan Zapata yang menyamakan kedudukan Atalanta pada menit ke-33. Meski sudah coba ditekel Davide Calabria, tetapi tekelnya luput dan tetap dikuasai Zapata sebelum ditendang ke gawang Donna.

Hasil seri 1-1 cukup adil bagi kedua tim yang sedang mencatat performa bagus. Sebut saja Milan, belakangan lagi jadi cosplay tim medioker, pelan-pelan menyudahi cosplay-nya tersebut dan mulai naik ke peringkat enam.

Atalanta juga sama. Tadinya masih di peringkat empat lalu naik sempat ke peringkat kedua, rebutan sama Atalanta yang KW-nya. Sayang, hasil seri ini membuat mereka jadi turun peringkat lagi.

“Tim bekerja dengan baik dan semua pemain terlibat. Saya sangat senang dengan permainan tim meski hasilnya seri,” ujar Stefano Pioli.

Hal senada diungkapkan Gian Piero Gasperini, pelatih Atalanta. “Satu poin di saat seperti apalagi melawan tim besar seperti Milan sudah sangat bagus,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here