Marseille sukses mempertahankan asa untuk bisa lolos otomatis ke putaran final Liga Champions musim depan. Harapan tersebut didapat setelah mereka sukses meng-kombek Nice pada laga yang digelar di Stadion Velodrome.

Pasukan Rudi Garcia kini hanya tertinggal satu poin di belakang AS Monaco di peringkat ketiga dan dua poin dari Lyon di posisi kedua. Laga di Ligue 1 sendiri masih menyisakan dua pertandingan.

Seperti diketahui bahwa Ligue 1 hanya mendapat jatah dua tiket gratis ikut Liga Champions. Beda dengan liga-liga top Eropa lain seperti Italia, Spanyol, dan Inggris yang punya tiga tiket otomatis. Hal tersebut terjadi sebab tim-tim Ligue 1 ini kurang bisa bicara banyak di kompetisi Eropa. Kalau bicara bahasa Perancis sih sepertinya pada jago-jago.

Sementara peringkat ketiga Ligue 1 harus melalui babak play-off. Posisi keempat dipastikan tidak bisa ikut serta dan hanya mengikuti Liga Malam Jumat alias Liga Eropa saja.

Sebenarnya ada satu lagi tiket otomatis yang hanya ada dua tim yang bisa mendapatkannya. Satu tiket  \tersebut tidak perlu diraih dengan cara beradu tinju melawan Manny Pacquiao ataupun bergulat melawan Stone Cold. Tapi syaratnya mereka diwajibkan untuk memenangkan pertandingan final melawan Atletico Madrid pada tanggal 16 Mei nanti.

Jadi ada dua pintu yang masih bisa dilalui Marseille untuk dapat jatah Champions. Macam rumah kontrakan pak Haji yang siap disewakan.

Tinggal pilih saja mau yang mana. Namun keduanya sama-sama masih terkunci. Tidak cukup diketuk saja lalu akan ada yang membukanya. Mereka wajib terus menang di sisa pertandingan musim ini.

Pada pertandingan melawan pekan ke-36 tersebut,  Mario Balotelli sempat memberikan Nice mimpi indah yang semoga tidak sampai basah. Pada menit kelima “Super Mario” sudah mencetak gol. Mantan striker Manchester City merangsek masuk ke dalam kotak penalti dan melewati tiga pemain Marseille.

https://twitter.com/TazPhalora/status/993212281814245377

Dengan berseragam hitam-hitam meski tidak sedang melayat, Balotelli melepaskan tendangan kaki kanan yang ukuran sepatunya kemungkinan sama dengan kaki kiri. Steve Mandada tak kuasa untuk menahan jala gawangnya terkoyak.

Namun hanya berselang delapan menit, Marseille menyamakan kedudukan melalui Valere Germain. Berawal dari tusukan Dimitri Payet, ia kemudian melepaskan crossing ke depan kotak penalti.

Germain yang dikawal dua bek Nice di kiri dan kanan, tiba-tiba berhasil lolos untuk menyontek bola. Keberhasilan lolos kemudian mencetak gol tersebut tidak dirayakan dengan coret-coretan seragam menggunakan pilox seperti jika lolos UN. Bukan lulus. Hanya selebrasi kecil-kecilan saja yang ia lakukan dengan cara memeluk Payet.

Gol penentu kemenangan Marseille baru tercipta pada babak kedua tepatnya menit ke-72. Usaha Clinton N’jie yang berbebut bola dengan Dante membuahkan operan lezat tinggal dilahap saja. Dengan tenang dan tanpa teriak-teriak mendapat operan enak, Payet mengarahkan bola ke ujung gawang Nice. Pertandingan berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk kemenangan Marseille.

Payet yang kembali menjadi aktor kemenangan Marseille, mengatakan puas dengan performanya kini walau di awal musim sempat berkutat dengan cedera.

“Saya merasa jauh lebih baik dari awal musim ini ketika saya terhambat oleh cedera. Saya menikmati momen ini,” ujarnya dikutip dari Chicagotribune.

https://twitter.com/goal/status/993411978386259969

Main photo: eurosport.fr

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here