Pekan kemarin Lazio memenangkan sebuah laga dengan skor tak biasa, tak wajar, di luar nalar, anti-mainstream, dan istilah lain sebagainya itu. Mereka mengalahkan Sampdoria dengan skor 7-3, lebih cocok untuk pertandingan futsal di kampung-kampung.

Bukan hanya kali ini saja mereka menang dengan skor gede. Ternyata sudah tiga laga terakhir tim berkostum biru muda kayak kostum supir Blue Bird itu menang gede.

Mereka sempat menghajar Palermo dengan skor 6-2 bulan lalu, disusul saudaranya sendiri, Roma dengan skor 3-1. Jadi jika ditotal, Ciro Immobile dan kawan-kawan mencetak 16 gol dalam tiga pertandingan terakhir. Sungguh mantap jiwa.

Lazio ini seolah-olah menghadapi lawan yang tidak memakai kiper. Sepertinya gampang banget buat bikin gol. Apakah ada indikasi pengaturan pertandingan? Tentu saja ada, karena semua pertandingan sepak bola pasti sudah diatur. Kalau tidak diatur bakal sulit buat dijalankan.

Bagaimana dengan pengaturan skor? Sudah pasti ada, yang namanya pertandingan sepak bola sudah pasti skornya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Jangankan skor, hidup kita juga sudah diatur.

Tetapi ada satu hal yang menjadi kunci kemenangan-kemenangan gede mereka beberapa laga terakhir. Pertama adalah soal kekompakan yang tentu saja semua orang tahu kalau mainnya kompak pasti bisa menang.

“Saat ini kami akan menyelesaikan dengan cara yang terbaik dan berpikir tentang final Coppa Italia. Para penyerang tampil luara biasa dan bermain kompak,” ucap Simone Inzaghi ketika ditanya kemenangannya, rada formalitas jawabnya.

Yang kedua, faktor pemain-pemain penting macam Ciro Immobile dan pemain yang lagi keren banget belakangan ini, Keita Balde Diao. Pemain binaan Barcelona itu mencetak enam gol dan dua asis dari tiga laga terakhirnya itu.

Artinya, kira-kira sepertiga dari 16 gol yang dicetak Lazio belakangan dibuat olehnya, tanpa paksaan. Empat gol lainnya dibuat Immobile, juga tanpa paksaan. Kedua pemain itu total mencetak 10 gol dalam tiga laga tersebut.

Keita memang salah satu pemain muda berbakat di bidangnya, yakni sepak bola, bukan tenis meja. Banyak tim yang mengincar karena kecepatan dan kelincahannya di lini depan Lazio. Tapi Keita sudah menegaskan akan bersama Lazio dulu sementara waktu.

“Kami bekerja keras di latihan sehingga bisa mencapai hasil terbaik ini. Tujuan kami setelah ini adalah memenangkan Piala Italia. Saat ini saya nyaman di Lazio. Biarkan saya menikmati suasana ini ketimbang membicarakan masa depan,” ucap Keita di Calciomercato, tanpa paksaan.

Dengan hasil itu, Lazio mengamankan satu tiket ke Liga Europa. Sebenarnya mereka masih punya peluang untuk bisa tembus Liga Champions, tapi peluangnya sangat tipis meski tak setipis pakaian Awkarin.

Pasalnya, mereka terpaut tujuh poin dari Napoli. Meski sama-sama berkostum biru muda, tapi nasibnya berbeda. Napoli masih sedikit lebih jago. Indikator kejagoannya ya tentu saja dari jumlah poin yang mereka dapatkan sampai pekan ke-35.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here