Debut Frank Lampard sebagai pelatih Chelsea di Liga Champions harus ternoda dengan kekalahan. Meski main di depan warganya sendiri, tim berbaju biru macam Tayo itu harus menelan kekalahan 0-1 dari Valencia.

Yang bikin kesal, Chelsea harusnya tidak kalah pada laga itu. Soalnya pada akhir laga “The Blues” mendapatkan kesempatan emas bercampur intan permata lewat penalti.

Setelah wasit berdiskusi dan melihat CCTV, ternyata ketahuan kalau salah satu oknum dari Valencia melakukan handball meski tak sengaja. Kesempatan ini rupanya bikin ribut antar pemain Chelsea.

Sudah seperti bagi-bagi warisan saja. Mentang-mentang masih ada sisa tanah orang tua, akhirnya jadi rebutan yang berujung pada putusnya tali silaturahmi.

Barkley memang langsung mengambil bola, tetapi Willian sempat meminta izin untuk menendang penaltinya. Begitu juga dengan Jorginho yang memang kerap jadi eksekutor penaltinya Chelsea.

Namun, Barkley menolak. Entah apa alasannya. Mungkin dia pede jaya bisa memasukkan bola ke dalam gawang. Willian tampak merengut hasratnya ditolak, Jorginho berusaha menenangkan.

Barkley tetap keukeuh. Dia menendangnya tapi meleset. Celaka dua belas! Bola mengenai tiang gawang dan keluar. Seolah senyum Willian langsung mengembang dan bergumam, “rasakan itu.. fufufu“.

Jorginho juga tampak kesal setelah kegagalan itu. Tapi mau bagaimana, mau nampol nanti dia membalas kan ngeri juga. Badannya lebih gede Barkley.

Pada momen itu, Chelsea sudah ketinggalan skor 0-1 lewat gol asoy Rodrigo. Menerima umpan dari tendangan bebas Daniel Parejo, Rodrigo menendangnya tanpa melihat gawang dahulu apalagi mengukurnya. Gawang Kepa bobol pada menit ke-74.

Lampard mencoba kalem dengan kekalahan ini, khususnya sinetron yang terjadi saat momen penalti. Dia bahkan tetap menunjuk Barkley sebagai eksekutor utama buat penalti. Baiklah, bosque!

“Kekecewaan kepada semua dari kami adalah kami tak dapat memenangi pertandingan, tak ada hal lain di ruang ganti. Barkley tetaplah penendang penalti walau saat melakukannya dia gagal,” ujar Lampard dikutip bolasport.

Dia bahkan tak menjadikan drama tersebut sebagai sebuah masalah. Itu adalah hal yang biasa, malah jadinya seru. Biar ada cerita, begitu katanya.

“Sungguh cerita yang bagus soal pertengkaran antarpemain, jika ia mencetak gol tentu tak akan jadi cerita, tetapi ia melakukannya dan gagal, itu dia,” sambungnya lagi, seolah cari pembenaran.

Main photo: Bola.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here