Derby D’Italia kembali menghadirkan laga seru dan penuh kontroversi. Meski Inter sudah dipastikan Scudetto, lawan Juventus tetap saja main ngotot dan kepingin banget menang. Sayang, laga ini dimenangkan Juve dengan skor 3-2.

Laga ini menghadirkan drama berupa hujan penalti, hujan VAR, dan hujan kartu merah. Coba, kurang apalagi? Kurang seru apa lagi?

Menariknya, kedua tim mendapat keuntungan secara bergantian. Milanisti katanya sampai bingung mana sebenarnya tim yang dibantu wasit mana yang dirugikan wasit.

Juve memang butuh poin penting demi menjaga peluang mereka ke Liga Champions. Makanya dari awal udah main pressing laminating. Inter sendiri enggak terlalu ngelawan di babak pertama, malah cuma bikin satu tendangan ke gawang saja itu juga karena penalti.

Juve unggul duluan ketika Giorgio Chiellini dijatuhkan Matteo Darmian di kotak penalti pas lagi korner. Di sinilah drama dimulai meski rating-nya tak sampai mengalahkan Ikatan Cinta. Namun plotnya bisa diadu lah. Sama-sama bikin geregetan, sama-sama bikin emosi dan deg-degan.

Cristiano Ronaldo mengambil vouchernya dengan percaya diri, tapi bisa digagalkan Samir Handanovic. Bola muntah lalu disambar lagi oleh Ronaldo dengan santai.

Tak lama kemudian, giliran Inter yang dapat penalti. Ujung sepatu Matthijs De Ligt tampak menginjak sedikit kaki Lautaro Martinez. Senggolan ujung sepatu damage-nya ternyata gede. Lautaro juga pintar ambil hati wasitnya.

Pas ngecek VAR, ya kelihatan memang itu layak pelanggaran. Penalti disikat sama Romelu Lukaku dan digesek dengan cermat.

Menjelang akhir babak pertama, Juve kembali unggul 2-1. Tendangan Juan Cuadrado dari luar kotak penalti cukup kencang sekali membuat Handanovic yang biasanya planga-plongo kali ini kaget meski tak sampai latah jorok.

https://twitter.com/brfootball/status/1393626832348622852

Di babak kedua, Juve malah bikin ulah. Sudah enak mainnya di babak pertama malah bikin perkara. Rodrigo Bentancur mengambil pelanggaran penting enggak penting. Lukaku lagi lari dijatuhkan dari belakang.

Wasit ogah lihat VAR, langsung saja kasih kartu kuning kedua buat Bentancur. Hal ini diprotes pemain Juve yang sudah kayak lagi minta ampun ke polisi saat ditilang.

Main 10 orang bikin Juve bertahan total. Eh ada drama lagi. Kali ini Inter sukses bikin gol akibat bunuh diri Chiellini. Di sini wasit sempat memutuskan pelanggaran. Tapi pas lihat VAR, ternyata malah Chiellini yang menjatuhkan diri dan Lukaku tidak ada pegang apa-apa ke Chiellini. Boro-boro ngedorong, megang saja enggak.

Wasit gagal ditipu, gol pun disahkan.

Juventini sudah pasrah disamakan kedudukan 2-2 saat kekurangan pemain. Namun wasitnya ternyata baik lagi ke Juventus. Cuma berselang beberapa menit saja, Juve dapat voucher lagi. Cuadrado dijatuhkan Ivan Perisic di pinggiran kotak.

Kalau dilihat lagi memang penalti. Namun ya lucu saja, wasit bisa-bisanya gampang banget kasih keputusan buat penalti. Cuadrado pun mengambil sendiri penaltinya, Handanovic sudah malas menepisnya. Mager alias malas gerak.

Di ujung laga, kartu merah kembali dikeluarkan wasit Calvarese kali ini kepada Inter. Benar-benar rese sekali ini wasit. Tapi Marcelo Brozovic memang layak dikartu karena menyelengkat Cuadrado dari belakang. Skor 3-2, bikin peluang UCL Juve tetap terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here