Gianluigi Donnarumma, kiper muda fenomenal yang sedang jadi pembicaraan buah bibir, apalagi bibirnya Nikita Mirzani, minta gaji fantastis. Tak tanggung-tanggung, gajinya minta dinaikkan hingga setara dengan bos Apple, Tim Cook. Sedap.

Donnarumma yang baru berusia 17 tahun dan baru dapat KTP itu memang kontraknya akan habis bersama Milan pada Juni 2018. Kubu “I Rossoneri” jelas tak mau kehilangan calon kiper besar penerus Gianluigi Buffon di tim nasional Italia itu.

Milan sebenarnya sudah ancang-ancang untuk memperpanjang kontraknya agar dia tidak bisa ke mana-mana. Maklum, cowok umur segitu kalau tak diikat memang suka ngeloyor pergi ke kontrakan temannya atau coba-coba mesum di warnet.

Namun, rupanya Donnarumma yang tak ada hubungannya dengan Donna Harun dan Donna Agnesia itu minta gaji yang sangat besar, atau bahasa Arabnya kabirun. Sepertinya bukan Donnarumma yang minta gaji tinggi, melainkan agennya yang rada mata duitan, Mino Raiola.

Pasalnya, Raiola sendiri lah yang membuat negosiasi perpanjangan kontrak menjadi lebih ribet kayak ibu-ibu pengajian mau pergi kondangan. Alhasil, klub asal kota mode itu menemui jalan buntu. Rupanya Milan tidak memakai Google Maps atau Waze, makanya dapat jalan buntu.

Seperti diungkapkan Sky Sports, Agen berbadan tambun itu memberi dua syarat, pertama baru akan melanjutkan negosiasi apabila Milan sudah resmi dibeli oleh investor Cina bulan Maret nanti. Kedua, Raiola meminta sebuah permintaan yang tak dapat ditolak ala-ala Don Corleone di film Godfather. Yakni gaji besar hingga 10 juta euro!

Ya, Raiola yang terkenal matre itulah yang ingin kliennya digaji 10 juta euro setahun atau sekitar 830 ribuan euro per bulannya. Jika dirupiahkan, mencapai Rp 11 miliar. Angka tersebut setara dengan orang nomor satu di perusahaan Apple yang produknya banyak dipakai orang-orang Indonesia yang pada sok level tinggi dan sok kreatif itu.

Hasil gambar untuk mino raiola
Pria gemuk samping Pogba itulah yang namanya Mino Raiola. (Daily Mail)

Adapun standar gaji pemain di Seri A tak ada yang sebesar permintaan Raiola. Gaji tertinggi di Seri A diterima Gonzalo Higuain yang mendapat 7,5 juta euro setahun. Sedangkan gaji pemain paling besar adalah Carlos Bacca dengan 3,5 euro setahun. Jadi, Milan tak akan jauh-jauh dari angka 3,5 juta euro.

Apalagi, sang pemilik Silvio Berlusconi dan tangan kanannya, Adriano Galliani, terkenal sedang pelit belakangan ini. Berlusconi kabarnya sedang kesulitan uang makanya Milan cuma bisa pinjam pemain atau beli pemain-pemain yang statusnya medioker.

Itulah kenapa, Milan panik setengah mati, macam pengendara motor yang lagi kena macet tiba-tiba turun hujan. Tak ada uang, tapi juga jelas tak mau kehilangan bintangnya.

Melihat kondisi itu, Raiola memang sepertinya sengaja meminta gaji tinggi agar memudahkan Donnarumma untuk pindah ke klub lain. Pemain asli binaan Milan itu memang sudah diincar banyak klub top Eropa. Yang terdepan adalah Juventus disusul Real Madrid.

Pria bernama KTP Carmine Raiola itu memang dikenal berjasa dalam melakukan transfer-transfer besar pemain top. Tidak akan ada nama Andik Vermansyah atau Kurnia Meiga di sana, karena mereka bukan jajaran pemain top Eropa.

Yang ada hanyalah Zlatan Ibrahimovic, Henrikh Mkhitaryan, Mario Balotelli, dan terakhir adalah rekor transfer termahal, Paul Pogba. Raiola sendiri kabarnya sudah cukup akrab dengan Juventus.

Banyak pemain-pemain Juve yang menjadi kliennya. Mulai dari Pavel Nedved, Zlatan Ibrahimovic, Zdenek Grygera, Paul Pogba, dan terakhir Moise Kean, pemain muda yang katanya punya bakat sama dengan Donnarumma. Bedanya, Kean adalah seorang striker. Tugasnya membobol gawang lawan, bukan menjaga gawang.

Itulah kenapa, Juve yang paling getol memburu Donnarumma dan berharap Raiola bisa mewujudkannya. Juve bahkan siap memberikannya gaji tinggi. Kabarnya, 10 juta euro sudah disiapkan di dalam amplop putih khas kondangan.

Apalagi, kiper utama “La Vecchia Signora” yang sudah beruban rambut dan jenggotnya, Buffon, sudah mau pensiun sebentar lagi. Donnarumma dapat menjadi penerus Buffon yang pas di Juve.

Lucunya, Donnarumma pernah mendaftar di Juve saat usia 13 tahun. Tapi, saat itu Juvenya masih belum cocok. Mungkin karena masa PDKT-nya masih kurang lama.

Donnarumma sendiri memang sudah jadi fenomena. Dia sukses jadi kiper utama Milan pada usia 16 tahun dengan menggeser kiper top lainnya, Diego Lopez, Marco Amelia, dan Christian Abbiati. Kemudian pada usia 17 tahun sudah menjadi kiper kedua di “Gli Azzurri“.

Kelincahan, refleks, dan teknik menjaga gawangnya bak cowok-cowok fresh graduate yang mau cari kerjaan. Maksudnya sudah seperti pemain berusia 23-25 tahunan. Hanya tinggal butuh jam terbang, cari pengalaman, dan bukan cari masalah.

Main photo credit: Youtube (Fortaleza Productions)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here