Real Madrid menjalani laga yang cukup berat kala bertandang ke Benito Villamarin, markas Real Betis. Penalti L1+kotak menjadi penentu kemenangan 3-2 Madrid di laga tersebut.

Pertandingan sendiri berjalan imbang di mana kedua tim saling berbalas serangan sejak menit awal.

Madrid beruntung punya Thibaut Courtois yang kini jarang dikolongin lagi karena kakinya sering terbuka lebar macam pintu masuk pom bensin. Aksi Courtois di menit ketujuh mampu menggagalkan sundulan Antonio Sanabria dari jarak dekat.

Federico Valverde akhirnya membuka gol di laga itu pada menit ke-14 usai menerima umpan dari pemain yang cocok jadi model Wak Doyok, Karim Benzema.  

Betis sendiri baru bereaksi di menit ke-35 usai mencetak gol balasan yang diciptakan Aissa Mandi yang kalau tinggal di Inggris mungkin namanya jadi Aissa Bath.

Tim tuan rumah berbalik unggul dua menit kemudian lewat sepakan keras William Carvalho ke tiang dekat. Skor 2-1 untuk Betis mengakhiri babak pertama.

Baru tiga menit babak kedua berjalan, Madrid menyamakan keunggulan lewat gol Emerson yang justru tidak merayakannya karena dia pemain Betis alias membuat own goal.

Sudah membuat gol bundir, Emerson malah kena kartu merah pula di menit ke-67. Mungkin bakal digulung dia sama teman-temannya di ruang ganti.

Unggul jumlah pemain, Madrid makin gencar melakukan serangan. Usaha Madrid akhirnya berbuah VAR + penalti delapan menit jelang waktu normal usai. Mau jadi MU cabang La Liga mungkin mereka.

Kemenangan Madrid akhirnya ditentukan lewat sepakan L1+kotak alias penalti panenka yang dicetak Sergio Ramos. Skor 3-2 bertahan hingga akhir.

“Pada akhirnya ini adalah pertandingan yang sangat rumit, sulit. Para pemain sudah memberikan segalanya,” ujar Zinedine Zidane seperti dikutip dari Detik.

“Ini adalah tiga poin penting bagi kami di stadion yang sulit dan melawan tim yang menang di dua pertandingan pertamanya.”

https://twitter.com/OptaJose/status/1309922338788511752?s=20

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here