Nama Fabian Ruiz belakangan mendadak banyak dibicarakan setelah dirinya mampu unjuk gigi di tengah masa pra-musim ini. Fabian mampu membawa Spanyol U-21 menjuarai Piala Eropa U-21.  

Empat kali bermain sepanjang turnamen Piala Eropa U-21, Ruiz mampu membuat dua gol serta dua assist. Bahkan satu golnya bisa dibilang sangat krusial di mana diciptakan pada laga final Piala Eropa U-21 saat melawan Jerman yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Spanyol.

Entah tidak kenal tombol X atau tombol kotak kalau sedang bermain bola di PlayStation. Soalnya Fabian Ruiz melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Untung saja berbuah gol, kalau tidak pasti sudah dapat julukan “si maruk” dia dari teman-teman setimnya.

Sayangnya, Ruiz tidak mampu menepis penalti di final karena dia bukan kiper dan memang tak ada adu penalti pada laga tersebut. Jadi sebenarnya tidak ada masalah.

Berkat performa yang konsisten sepanjang turnamen, Fabian Ruiz dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen tersebut. Selain berprestasi di level timnas, performa Fabian Ruiz bersama Napoli juga tak kalah hebatnya. 

Pada musim pertamanya, Ruiz mencatatkan 40 penampilan di semua kompetisi dengan catatan tujuh gol serta tiga assist. Keputusan Carlo Ancelotti untuk mendatangkannya untuk menjadi penerus Marek Hamsik pun dianggap sangat tepat.

https://twitter.com/ScoutedFtbl/status/1145427818228125696

Namun sebelum bergabung dengan Napoli, Fabian Ruiz ternyata nyaris saja menuju Barcelona. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan pelatih Real Betis, Quique Setien.

Tapi pada saat itu Setien memutuskan untuk ‘menekel’ jalan Ruiz ke Barcelona dan menghalanginya untuk pindah ke klub asal Catalan.

Ia mengatakan harus melakukan itu sebab melihat potensi dalam diri Ruiz dan menyayangkan apabila ia hanya menjadi pemain cadangan di Barcelona.

“Ketika saya tiba (dari Las Palmas), saya melihat potensi Fabian dan kami memutuskan untuk mempertahankannya,” katanya dikutip dari Liputan6.

“Barcelona ingin membayar satu juta euro untuk mengambil Fabian (Ruiz) untuk tim cadangan mereka dan saya menolak karena kami menginginkannya di Betis,” ujar Setien.

Kalau saat itu jadi bergabung dengan Barcelona, mungkin sekarang ia sudah naik pangkat dari gelandang jadi camat alias cadangan mati. Tapi pada akhirnya Setien melepas Ruiz ke Napoli.

“Dia perlu meningkatkan hal-hal tertentu, tetapi dia memiliki kemampuan luar biasa untuk belajar dan dia memiliki margin pengembangan yang luas. Napoli membayar 30 juta euro untuknya dan jika dia terus di Betis saya tidak ragu bahwa mereka bisa mendapatkan 60 juta euro dari transfernya saat ini,” ungkap Setien.

Main photo: @squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here