Kemujuran Manuel Locatelli sudah habis. Bagai kisah Cinderella yang khasiat keberuntungannya sudah hilang tepat jam 12 malam. Jika dalam dua pertemuan sebelumnya melawan Juventus mampu tampil bersinar seperti Sunlight, tidak pada kali ini.

Pada laga perempat final Piala Italia di J-Stadium, Locatelli mendapat kartu merah akibat melakukan tackling dengan penuh kasih sayang kepada Paulo Dybala. Pemain berusia 19 tahun itu menerima kartu kuning kedua yang akhirnya berubah jadi merah.

Locatelli pun disuruh pergi oleh wasit yang senang sekali meniup peluit itu. Bukan pergi dari rumah atau grup What’s App, melainkan pergi dari stadion dan diharapkan tidak kembali lagi dalam beberapa waktu ke depan.

Tackle yang dilancarkan Locatelli kepada Dybala memang cukup telak. Langsung menghujam kakinya Dybala yang mungil nan lucu itu. Striker Juve itu kemudian meringis kesakitan, sepertinya pura-pura karena akhirnya bangkit kembali.

during the TIM Cup match between Juventus FC and AC Milan at Juventus Stadium on January 25, 2017 in Turin, Italy.
Locatelli menyesali perbuatannya. (Goal)

Lucunya, insiden itu terjadi hanya beberapa detik saja setelah Carlos Bacca memperkecil kedudukan. Milan terpaksa kehilangan satu pemain saat mereka hendak mengejar ketertinggalan.

Itulah kenapa, Locatelli minta ampun dan mengucapkan kata maaf kepada publik Milan. Jika perlu, dia menyanyikan lagu Rio Febrian yang berjudul “Maafkan”.

Pemuda harapan bangsa itu memang menyesali perbuatannya telah menyakiti Dybala. Padahal, dia tidak bermaksud melukainya. Hal itu dia lakukan juga bukan karena dasar suka sama suka. Beruntung saja tak sampai masuk ke penjara.

“Saya minta maaf pada klub, rekan setim, fans, dan pelatih atas kesalahan saya yang polos ini. Saya paham itu salah dan sudah tepat mengakuinya,” kata Locatelli yang suka cengeng itu, dikutip Football-Italia.

Pelatih Vincenzo Montella pun memaklumi kelakuan Locatelli yang baru beberapa tahun mendapat KTP itu. Menurutnya, Locatelli memang masih bocah, belum tahu-tahu amat caranya merebut bola dari lawan. Mungkin lain kali perlu diajarkan tackling dengan menggunakan tangan.

Kalau dilihat dari bangku cadangan, dia berusaha merebut bola. Namun, bagaimanapun dia masih berusia 18 tahun dan masih akan belajar dari hal itu, yakni lebih mengendalikan emosi terkait tekel yang brutal,” ujar Montella yang namanya mirip merek selai roti itu, dikutip dari Bola.com.

Dengan kekalahan 1-2 ini, melengkapi koleksi hasil buruk yang diterima “I Rossoneri” belakangan ini. Tim asuhan Montella memang terlihat kehabisan Premium. Mungkin karena saat ini sudah mulai diganti dengan Pertalite.

Dari delapan laga terakhir, Milan hanya menang tiga kali. Sisanya seri dan tiga kali kalah dengan sukses. Padahal, pada awal musim klub berwarna merah-hitam itu sempat menempel ketat Juve di peringkat kedua.

Sayang, belakangan mereka mulai melambaikan tangan ke kamera sambil bilang, “Mas, saya menyerah, mas.” Milan saat ini berada di posisi ketujuh, hanya satu peringkat di atas posisi kedelapan.

Main photo credit: Twitter @ojonnadio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here