Real Madrid sukses mengambil alih jalur puncak La Liga usai membuat Barcelona keok pada laga bertajuk “El Clasico”. Bertanding di Santiago Bernabeu, Madrid meraih tiga poin berkat keunggulan 2-0 atas Barcelona.

Real Madrid dan Barcelona memang sedang bersaing ketat dalam perburuan gelar La Liga. Bahkan sepertinya lebih ketat dari busana Wika Salim kalau tampil di acara Empat Mata.

Laga penuh rivalitas ini selain sarat dengan sejarah keduanya, laga ini juga bisa disebut paling menentukan hingga akhir musim. Siapa yang menang diprediksi akan juara. Kecuali bandar sudah berkehendak.

Madrid sendiri menjalani laga ini dengan modal yang kurang bagus. Dua kekalahan beruntun mereka terima dari Levante dan Manchester City.

Namun suntikan moral membuat Madrid lebih gacor di laga tersebut. Selain bermain di hadapan publik sendiri, kehadiran manusia tapi cyborg Cristiano Ronaldo juga mungkin membuat Madrid makin semangat macam habis minum purwoceng saat bertanding.

Barcelona beberapa kali menciptakan peluang emas di babak pertama. Tapi usaha dari Arthur Melo dan Lionel Messi masih bisa digagalkan Thibaut Courtois yang sedang pasang mode laba-laba. Tangannya macam ada banyak saja. Jago sekali di menepis bola.

Pada babak kedua giliran Marc Andre Ter Stegen yang beraksi. Bola-bola sulit pun bisa dijangkaunya. Kalau yang ini pasang mode Luffy sepertinya yang tangannya bisa memanjang.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-71 melalui ABG asal Brasil, Vinicus Junior. Menggiring bola dari sisi kiri Vinicius melepaskan tembakan lewat sudut sempit.

Madrid akhirnya mengunci kemenangan di menit injury time lewat pemain pengganti Mariano Diaz semenit setelah masuk lapangan. Kembali lagi melalui sudut sempit, yang kali ini di sebelah kanan. Laga pun berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Madrid.

“Ini adalah tiga poin penting, karena ini merupakan minggu yang sulit dan hari ini kami memiliki kesempatan untuk mengubahnya. Ini adalah tiga poin dan kami kembali memimpin, tetapi kami harus berjuang sampai akhir,” tutur Zinedine ZIdane dikutip dari Liputan6.

Sementara Quique Setien mengatakan bahwa tekanan pemain Madrid cukup menyulitakan pergerakan timnya.

“Mereka benar-benar menghimpit dan menekan kami. Kami mencoba menggulirkan bola dengan cepat untuk menghindari tekanan, tapi itu tidak mudah melawan para pemain dengan kualitas seperti itu,” ungkap Setien dikutip dari Detik.

https://twitter.com/brfootball/status/1234259627367333888?s=20

Main photo: @dulafive

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here