Inter Milan memastikan diri melaju ke babak 16 besar Europa League usai menundukan tamunya, Ludogerts. Bertanding di Guiseppe Meazza, Inter menggunakan “menang tipis mode: ON dengan skor 2-1.

Tipis-tipis saja, yang penting lolos. Sebab Inter sudah menjalani leg kedua dengan modal kemenangan 2-0 di leg pertama yang digelar di kandang Ludogortes.

Menang dengan skor tipis macam apapun bisa lolos. Mau 2-1, 1-0, 36-15, tetap Inter yang lolos. Tapi tidak perlu cetak banyak gol juga. Sebab di pertandingan tersebut Inter bermain hanya disaksikan kosongnya bangku stadion.

Para penonton bukan tidak hadir karena besoknya ada tes ujian CPNS. Melainkan karena dampak wabah Corona yang kini sudah menyebar hingga dataran Eropa.

Percuma bikin banyak gol. Tidak ada yang nonton juga soalnya. Andai mencetak gol banyak lalu selebrasi ke penonton percuma. Apalagi kalau memanggil “Ooyyyy penonton” . Sudah pasti tidak ada yang jawab juga.

https://twitter.com/Squawka/status/1233132833255907329?s=20

Jalannya laga di Guiseppe Meazza sendiri cukup ketat. Meski bermain di kandang lawan yang tidak ada penontonnya, Ludogorets sempat beberapa kali merepotkan pertahan Inter. bahkan mereka terlebih dahulu mencetak gol saat laga baru berjalan 26 menit.

Dari sudut sempit Cauly Souza mampu melepaskan tendangan kejutan 2 miliar Ale-Ale alias tidak terduga.

Namun hanya lima menit berselang, Inter membalas lewat gol Cristiano Braghi yang juga tak mau kalah dari Souza. Dari sudut sempit Braghi melepaskan tendangan keras ke tiang dekat.

Pada akhir babak pertama Inter berbalik unggul setelah Romelu Lukaku menciptakan gol kegebok. Bermula dari umpan L1+X alias one two dengan Alexis Sanchez, sundulan Lukaku mampu ditepis kiper. Namun bola rebound kembali mengenai kepala Lukaku dan masuk ke gawang.

Meski saling bergantian menciptakan peluang, tak ada gol tambahan yang tercipta di babak kedua. Keunggulan 2-1 membuat Inter lolos dengan agregat 4-1.

“Memang benar untuk tim sekelas Inter mencoba meraih hasil maksimal di setiap turnamen yang diikuti. Sudah sembilan tahun dan beberapa bulan lebih sejak Inter terakhir kali membawa pulang trofi, tetapi klub ini memiliki tradisi dan ambisi untuk mencapai yang terbaik,” kata Conte dilansir dari Detik.

Main photo: @inter_en

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here