Tim Nasional Indonesia U-23 berhasil mempersembahkan kado manis di Hari Kemerdekaan kita. Hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, merdeka. Sekali merdeka tetap merdeka, selama hayat masih di kandung badan.

Timnas sukses membantai Laos yang sama-sama sudah merdeka dengan skor 3-0. Hansamu Yama dan kawan-kawan benar-benar tak tahu diri, mentang-mentang lagi ulang tahun tapi negara orang yang jadi korban.

Indonesia memang lagi pas banget bisa main tepat pada tanggal 17 Agustus. Kebetulan lainnya, lawannya hanya Laos yang namanya macam bumbu dapur. Kekuatan Laos bisa dibilang masih dibawah Indonesia, kebangetan banget kalau tak bisa menang.

Andai kalau Indonesia ketemunya Arab Saudi, Iran, Uruguay, Portugal, atau Prancis sekalian, malah yang ada Hari Kemerdekaan bisa-bisa berubah jadi Hari Penjajahan. Bukan maksud merendahkan timnas, tapi memang kalau lawan tim-tim tersebut rasanya sudah 99 persen kalah karena secara kekuatan sudah tahu sendiri bagaimana bedanya.

Menghadapi Laos yang nama pemainnya pada sulit-sulit dieja, “Garuda Muda” langsung menguasai pertandingan. Setidaknya permainan setengah lapangan diperagakan, padahal sebetulnya memakai semua lapangan yang tak pernah berbentuk prisma tersebut.

Hal itu membuat kiper Andritany Ardhiyasa menganggur saja di depan gawang dan punya banyak waktu luang. Rasanya kalau dia mau kuliah ambil S2 dulu juga bisa.

Timnas membuka kemenangan pada menit ke-13 diawali sebuah aksi tusukan proklamasi Saddil Ramdani di sisi kanan. Saddil lalu mengopernya kepada Alberto “Beto” Goncalves yang diakhiri sebuah tendangan kemerdekaan.

Namun, meski menguasai laga, timnas cuma mampu bikin satu gol saja. Jadi selama 44 menit sisanya ya tak ada gol. Meski seenggaknya para suporter yang memadati Stadion Patriot Candrabhaga bisa sambil nyanyi lagu-lagu nasional seperti “17 Agustus 1945” ciptaan H. Mutahar, “Indonesia Pusaka” ciptaan Ismail Marzuki, atau “Bagimu Negeri” ciptaan Kusbini.

Meski tak ada lagu “Libur Telah Tiba” karangan A.T. Mahmud, para pendukung timnas tampak menikmati momen haru dan emosional tersebut. Kapan lagi bisa nyanyi lagu 17-an di stadion dan mendukung timnas. Dinyanyikan bareng ribuan orang lainnya pula.

Apalagi saat lagu “Indonesia Pusaka” berkumandang, bikin merinding, bulu kuduk pada berdiri, dan bisa sampai meneteskan air mata. Benar-benar luar biasa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di babak kedua, timnas meningkatkan intensitas serangan. Mungkin enggak enak juga sama penonton yang sudah nyanyi terus-terusan, ditambah komentator Bung Jebret yang sudah mulai serak suaranya.

Baru berjalan beberapa menit saja, gol kedua tercipta. Berawal dari umpan 17-an I Putu Gede kepada Stefano Lilipaly, Lilipaly yang sudah enak posisinya tidak menembak ke gawang.

Si ganteng itu malah mengoper bola ke belakang pakai tumitnya. Benar-benar sok banget si Lilipaly, tapi enggak apa-apa. Walau rada sok tapi nyatanya bisa gol. Soalnya Beto yang tepat di belakangnya langsung menembakkan sebuah tendangan pusaka meski sempat dikontrol sekali terlebih dahulu.

Indonesia terus menekan meski sudah unggul dua gol pada pertengahan babak kedua. Mungkin mau bikin skor menjadi 7-3 biar sama kayak usia merdeka kita. Atau bisa juga mau mengepaskan momen, mencetak gol ketiga tepat pada menit ke-73.

Sebuah tendangan hampir merdeka dari Evan Dimas masih bisa membentur bek Laos dan ditepis lagi oleh kipernya sendiri. Kemudian tendangan nyaris abadi nan jaya Rezaldi Hehanusa dari luar kotak penalti masih dapat diblok kiper Laos lagi.

Yang paling parah, sundulan padamu negeri Irfan Jaya berhasil ditepis tak disangka-sangka oleh kiper Laos, Saymanolinh Paseuth. Bola tepisannya kemudian mengenai tiang gawang. Padahal, peluang itu terjadi pada menit ke-73 detik kesekian. Andai bisa gol kan keren banget, pasti bikin heboh warganet se-Indonesia. Langsung bakal dibuat macam klenik-klenik khas warga Indonesia.

Gol baru terjadi pada menit ke-74, hanya selisih satu saja dari usia negara kita. Mungkin bisa disimpan golnya buat tahun depan.

Bermula dari umpan hayat masih di kandung badan dari Febri Hariyadi yang lagi tumben bisa tepat sasaran, sukses disundul mesra oleh Hansamu. Sundulan Hansamu langsung mengarah ke gawang, tapi disambar oleh Ricky Fajrin sekadar mengamankan sekaligus mencatatkan namanya di papan skor.

Indonesia masih ingin tambah gol lagi. Sundulan Hansamu masih bisa ditepis kiper Paseuth. Sampai akhir menutup mata, timnas diberikan kemenangan 3-0 saja oleh Tuhan Yang Maha Esa. Harus disyukuri.

https://twitter.com/PSSI/status/1030360820587216896

Kemenangan ini pantas diberikan oleh timnas dan dijadikan kado kebahagiaan meski tanpa bungkus dan pita. Pelatih Luis Milla berharap kemenangan ini bisa membanggakan para warga Indonesia yang sedang berbahagia.

“Kami berterima kasih kepada penonton yang sudah hadir, saya harap mereka bahagia atas penampilan tim. Saya sangat senang, hari ini tim bermain sangat baik dan menang. Saya harap penonton menikmati,” ucap Milla, dikutip Goal.

“Hari ini hari kemerdekaan Indonesia, selamat. Satu setengah tahun saya di Indonesia dan akhirnya saya sadar bahwa orang-orangnya sangat mencintai hari kemerdekaannya. Saya lihat juga suporter yang datang sangat semangat dan semoga kemenangan ini bisa menjadi kado,” sambungnya lagi.

Meski sudah menang telak dua kali, posisi Indonesia masih berada di posisi ketiga. Besar kemungkinan “Tim Merah Putih” bisa lanjut ke babak 16 besar karena minimal bisa masuk sebagai peringkat ketiga terbaik. Ada empat tim dari enam grup yang bakal dipanggil.

Namun, biar lebih aman mereka wajib menang pada laga terakhir lawan Hong Kong. Negara yang namanya mirip dengan merek biskuit yang terkenal banget saat lebaran tiba.

Yang jelas, kita perlu berterima kasih kepada timnas atas perayaan Hari Kemerdekaan yang megah dan meriah ini. Coba kalau tak ada Timnas, pastinya tak ada jadwal pertandingan, dan tak ada perayaan 17-an di stadion yang bisa bikin bulu kuduk berdiri. Terima kasih Timnas, terima kasih INASGOC, terima kasih SCTV.

Main photo: Sindonews

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here