Nama Massimiliano Allegri belakangan ini tengah menjadi perbincangan hangat jelang berakhirnya musim 2017/2018. Allegri digosipkan akan hengkang dari Juventus meski tidak sampai dibicarakan di tongkrongan ibu-ibu komplek ketika pengajian.

Masa depannya berada dalam tanda tanya besar karena beberapa sumber menyatakan ia menginginkan tantangan baru. Namanya pun dikaitkan dengan sejumlah klub besar yang sedang mengincar pelatih baru.

Sebut saja Chelsea, Arsenal, serta Paris Saint-Germain, tapi jangan sebut itu Mawar. Klub-klub tersebut dikatakan memburu jasa pelatih yang tidak pernah lupa bernapas walaupun ketiduran itu. Sementara itu tim liga Indonesia seperti Persik Kendal maupun Persikoba Batu City belum menyatakan minatnya kepada pelatih “La Vecchia Signora” tersebut.

Sejauh ini Allegri sendiri belum menunjukan sinyal-sinyal untuk hengkang. Belum 4G mungkin handphone­-nya. Namun entah apa yang terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Bisa saja ia memutuskan untuk pindah. Tidak ada yang tahu. Kecuali Roy Kiyoshi.

Arsenal dikatakan salah satu klub yang paling menginginkan jasa Allegri. Maklum, pelatih mereka selama 22 tahun belakangan telah memutuskan untuk hengkang pada akhir musim nanti. Otomatis ada lowongan yang tersedia.

Tetapi kabar tersebut langsung ditepis oleh Direktur Umum Juventus, Guiseppe Marotta. Walau bukan berposisi sebagai kiper dan tidak menggunakan sarung tangan, Marotta membantah hal tersebut.

Ia mengatakan tidak mau mempedulikan rumor mengenai kepindahan Allegri dari klub Turin itu. Marotta menegaskan bahwa ia akan berbicara langsung dengan Allegri setelah “Bianconeri’ memastikan diri meraih gelar Serie A.

“Bersama Allegri, kami menjalin hubungan yang sukses sampai sejauh ini. Setelah memenangkan Scudetto, kami akan membicarakan tentang masa depannya di sini. Saya yakin kedua pihak akan bisa puas dalam deal nanti,” ucap Marotta dikutip dari Liputan6.

Memang biasanya, ini cuma strategi media saja dengan menghembuskan rumor dan opini kalau seseorang mau pindah. Dibilang tidak betah lah, berantem lah, butuh tantangan lah. Padahal tak ada satu pernyataan pun yang keluar dari mulut pihak yang terkait.

Marotta lalu menjelaskan bahwa Juventus saat ini masih belum bisa dikatakan sebagai juara Serie A meski pertandingan tinggal menyisakan dua laga. Jarak enam poin dengan Napoli juga tidak menjamin Juventus kembali meraih gelar Serie A. Kemungkinan Napoli menjadi juara adalah hil yang mustahal alias masih bisa terwujud. Meski sangat sulit pastinya.

Pasalnya walaupun poin akhir Juventus dan Napoli sama-sama 91, penentuan akan dilihat berdasarkan selisih gol. Sebab secara head-to-head, kedua tim imbang. Selisih goal difference keduanya adalah 16 untuk saat ini. Berarti Napoli bisa juara andai Juventus kalah 0-8 dan 0-9 pada dua laga tersisa serta Napoli terus menang tanpa kebobolan.

“Perhitungan matematis masih belum mengizinkan kami untuk merayakan Scudetto. Kami harus realistis. Kami sudah bisa merasakannya, tapi kami harus memastikannya secara matematis. Secara keseluruhan, bisa kami katakan bahwa pihak klub, tim, fans, dan pelatih sudah bekerja dengan sangat baik,” tambah Marotta.

Main photo: Eurosport.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here