Kisah Gianluigi Donnarumma masih belum habis juga. Meski sudah memutuskan tak memperpanjang kontrak, ternyata masalahnya jadi berbuntut panjang. Mulai dari dipanggil “Dollarumma”, dilempari uang palsu, sampai pengakuan sang agen.

Nama Donnarumma memang sudah tak ada bagusnya lagi di mata Milan, terutama fans-nya. Bagaikan sang pacar yang tahu-tahu minta putus tanpa sebab, lalu beralih ke cowok yang lebih mapan sehingga langsung saja dicap matre alias mata duitan.

Wajar jika Donnarumma dipanggil “Dollarumma”, karena Milan sebenarnya sudah memberikan gaji gede (4,5 juta euro), bahkan melebihi Carlos Bacca yang tertinggi saat ini yang hanya sekitar 3,5 jutaan. Pastinya jauh di atas UMR kota Milan.

Namun apa yang terjadi, Donna yang primadona itu tetap kekeuh ingin pindah. Padahal, Milan lah yang sudah membersarkan namanya. Mengorbitkannya dari seorang pemuda 16 tahun yang biasanya jadi terong-terongan naik motor bonceng tiga, kini jadi kiper utama Milan bahkan calon penerus Gianluigi Buffon di timnas.

Beragam meme pun bermunculan. Milanisti masih kesal karena pernah melihatnya mencium logo Milan usai mengalahkan Juventus. Tapi kini? Semua hanya PHP saja buat Milanisti yang doyan banget pakai atribut merah-hitam kayak warna partai berlambang banteng moncong putih itu.

Tak berhenti sampai di situ. Para Milanisti melempari gawang Donnarumma saat menonton Piala Eropa U-21. Saat menghadapi Denmark, tiba-tiba saja ada orang yang menebar uang palsu ke gawangnya. Untung saja bukan Alamat Palsu.

Andai itu uang benaran, pasti sudah dipungut anak-anak sambil kegirangan. Berhubung hanya uang kertas bohong-bohongan, yang memungut hanya petugas kebersihan sambil menggerutu.

https://twitter.com/NotoriousFooty/status/876524940903710721

Melihat besarnya bully-an terhadap Donna, akhirnya sang agen buka suara. Si agen yang bernama Mino Raiola memang disebut-sebut sebagai dalang dari penolakan Donnarumma terhadap kontrak yang ditawarkan “I Rossoneri“.

Entah mencoba bermain victim atau sekadar sepik doang, Raiola mencoba mengungkapkan alasan yang sesungguhnya. Bahwasanya kiper berusia 18 tahun itu sangat ingin memperpanjang hubungannya dengan Milan.

Namun, tekanan yang besar dari klub seolah membuatnya dipaksa-paksa. Itulah yang membuatnya jadi tak nyaman. Masa depan seseorang kenapa harus dipaksa-paksa orang lain, begitu mungkin pikirnya. Yah, namanya juga anak milenial.

Apalagi, tekanan dari para warga turut memanaskan situasi. Membuat Donnarumma jadi makin tak betah berada di kota mode yang sangat jauh dari Banjarmasin itu.

“Situasinya sudah sangat tidak kondusif dan tidak mengenakkan. Jadi tidak ada jalan keluar. Kami mengambil keputusan yang sebetulnya tidak kami inginkan,” ujar Raiola, sepik.

Agen berperut tambun yang sudah banyak duit itu kemudian menegaskan bahwa keputusan itu tak ada sangkut pautnya dengan uang. Dia pergi karena kadung bete karena mulai banyak ancaman dari paksaan memperpanjang kontrak, ancaman tak dimainkan, sampai pembunuhan.

Milan sendiri tak berusaha membelanya. Contohnya ketika ada spanduk di depan markas Milan, seharusnya klub berusaha menyingkirkan spanduk tersebut.

“Dalam sepak bola, Anda bisa mempertahankan seorang pemain dengan mengancamnya. Kami malah tidak pernah membicarakan uang atau klausul pelepasan,” ucap Raiola, mencoba meluruskan apa yang bengkok.

“Mereka menekan kami, itulah kenapa mereka kehilangan Donnarumma. Dia bilang kepada saya, ‘Sejujurnya, Mino. Saya ragu dengan negosiasi ini karena orang-orang terus menekan dan mengancam saya’. Klub harusnya mendukung dan meyakinkannya, bukan malah mengancamnya,” tuturnya lagi.

Entah bagaimana yang benar. Yang satu gosipnya Raiola yang minta gaji besar buat Donnarumma. Tapi menurut pengakuan Raiola, justru Donna yang sudah enggan berada di Milan karena klub tak berusaha membelanya. Malah cenderung memaksanya untuk tanda tangan. Wallahualam.

Main photo: Beritaboladunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here