Presiden Juventus yaitu Andrea Agneli memuji salah satu pemain senior mereka yaitu Mario Mandzukic. Menurutnya Mandzukic merupakan seorang pesepak bola yang selalu ingin menang dan meraih trofi juara. Hal tersebut dinilainya merupakan karakter yang sama dengan “Si Nyonya Tua”.

Mandzukic sendiri sudah bergabung dan menjadi salah satu skuat utama “La Vecchia Signora” sejak tahun 2015 lalu. Sebelumnya, striker Kroasia yang mahal senyum dan murah cemberut itu bermain untuk Atletico Madrid selama semusim setelah pindah dari Bayern Munchen di musim sebelumnya.

Meski usianya sudah tak lagi muda dan tidak bisa dipanggil ABG lagi, namun Mandzukic masih tajam di lapangan sebagai ujung tombak. Bahkan pemain berusia 32 tahun tersebut ikut dibawa timnas Kroasia pada Piala Dunia.

Mungkin karena murah hati, tiga gol ia sumbangkan dan membawa Kroasia maju hingga partai final ajang empat tahunan tersebut. Kehilangan Mandzukic begitu terasa sepertinya di lini depan Kroasia ketika mereka ‘diperkosa’ asal-asalan enam gol oleh Spanyol dan hanya di-read doang alias tanpa balas.

Super Mandzukic memang memutuskan untuk pensiun dari timnas Kroasia setelah gelaran Piala Dunia 2018 yang lalu. Setelah pensiun ia tidak lantas buka kontrakan atau pelihara ikan cupang, namun masih bermain untuk Juventus.

Selama bermain untuk Juventus, ia total telah membantu “Bianconeri” dalam meraih tiga gelar scudetto sejauh ini. Selain itu ada juga tambahan empat trofi lain yaitu satu trofi Supercoppa Italiana dan tiga trofi Coppa Italia.

Prestasi lainnya adalah dua kali masuk final Champions meski pada hanya dapat medali perak pada kedua laga tersebut. Karakter penyerang serba bisa dan selalu ingin menang itu yang membuat sosoknya sangat dikagumi oleh Agnelli. Selain haus akan kemenangan, konon katanya Mandzukic juga suka haus jika tiga jam setelah bertanding ia tidak dikasih minum.

“Mario adalah pria yang luar biasa. Saya mengaguminya,” kata Agnelli seperti dikutip dari Liputan6. “Tidak banyak lagi yang perlu kamu katakan tentang dirinya. Ia ingin memenangkan setiap kompetisi yang ia ikuti, sama seperti kami di Juventus.”

Pensiunnya Mandzukic dari timnas juga dikatakan sebab dirinya ingin fokus saja bermain untuk Juventus. Agnelli mengaku bahwa hal tersebut telah ia diskusikan dengan Mandzukic.

“Ia membahas situasi itu dan kadang-kadang pemain memang butuh waktu untuk berefleksi. Kita semua harus menghargai apa yang dicapai Kroasia, karena mencapai Final luar biasa mengingat ukuran populasi penduduknya.”

“Kroasia memiliki juara di banyak olahraga dan diakui di tingkat global untuk itu. Mario adalah salah satu bakat terbesar mereka dan memiliki tekad besar,” ujarnya.

Setelah kepergian Gonzalo Higuain ke AC Milan pada musim ini, Mandzukic kembali menempati posisi utamannya yaitu ujung tombak. Sejauh ini ia telah sukses mencetak dua gol dan satu assist dari tiga laga perdana bersama Juventus di Serie A.

Main photo: goal.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here