Setelah membawa Inggris jadi Juara Harapan I di Piala Dunia, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) ingin Gareth Southgate melatih lebih lama lagi. Memang lumayan biar hanya juara harapan, namun Piala Dunia kemarin menjadi salah satu pencapaian terbaik “The Three Lions” sejak bertahun-tahun. FA pun berencana untuk memberikan kontrak baru kepada sang manajer.

Southgate seperti diketahui membawa timnas Inggris hingga babak semi final Piala Dunia 2018 di Rusia. Sebelumnya, sering kali Inggris hanya jadi tim penghibur saja pada turnamen-turnamen besar. Kalau dibandingkan dengan sepak bola kampung, Inggris seperti anaka bawang alias pemain yang diajak biar kedua kesebelasan jumlahnya bisa lengkap.

Kesuksesan mencapai semi final pada Piala Dunia Rusia itu merupakan yang pertama setelah Piala Dunia 1990. Walaupun takluk saat perebutan tempat ketiga, namun FA sepertinya puas dengan kinerja pelatih yang lancar berbahasa Inggris meski tidak pernah les di LIA.

Kontrak sang manajer sendiri sebenarnya masih ada hingga tahun 2020. Dikabarkan bahwa FA masih ingin Southgate memimpin “The Three Lions” hingga Piala Dunia 2022 di Qatar.

Pembicaraan dengan Southgate sendiri akan dilakukan pekan depan setelah sang pelatih kembali dari liburannya. “Kami ingin dia tetap bertahan setelah 2020. Saya pikir kami berdua akan menyukainya,” ucap chief executive FA, Martin Glenn, seperti dikutip dari Detik.

https://twitter.com/Ladbrokes/status/1024770918478954496

Walau demikian, Glenn juga tak menampik bahwa FA tidak bisa berbuat banyak apabila Southgate nantinya dilirik oleh klub-klub Premier League. Ia mengatakan bahwa FA tidak mungkin menawarkan gaji setinggi langit seperti klub-klub papan atas Premier League.

Dilansir dari Detik, gaji Southgate saat ini hanya sekitar 1,8 juta poundsterling saja per tahun. Namun itu belum termasuk bonus-bonus yang diterima Southgate. Kalau untuk uang pulsa dan uang bensin sepertinya tidak ditanggung oleh FA.

Gaji tersebut terbilang kecil jika dibanding dengan manajer-manajer timnas Inggris sebelumnya. Sam Allardyce dan Roy Hodgson dibayar 2,5 juta poundsterling per tahun, sementara Fabio Capello hingga 4 juta poundsterling.

Meski begitu gaji tersebut mungkin hanya seperti res-resan gorengan saja jika dibanding dengan gaji manajer klub atas Premier League. Jose Mourinho dan Pep Guardiola dikabarkan mendapat gaji sebanyak 15 juta poundsterling per tahunnya dari masing-masing klub.

“Saya ingin memberikan bayaran yang kompetitif kepada staf saya agar mereka betah. Tapi, saya juga mengakui bahwa kami adalah sebuah badan pengelola olahraga dan kami bukan Manchester United,” ujar Glenn.

“Kami tak pernah bisa bersaing dengan Premier League dalam hal bayaran. Semua orang tahu itu. Pada suatu titik, Gareth mungkin memilih untuk mencoba sesuatu yang berbeda dan kami akan menemukan orang lain,” katanya.

Sementara itu Inggris juga dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk pencalonan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030. Sebelumnya mereka juga menyalonkan diri pada tahun 2018 ini, yang pada akhirnya kalah oleh Rusia.

Inggris baru satu kali menjadi tuan rumah pada 1966 dimana mereka menjadi juaranya. Jika terwujud, bukan tidak mungkin “Football It’s Coming Home” menjadi kennyataan.  Selain Inggris, trio Amerika Latin yaitu Argentina, Uruguay, dan Paraguay sudah menyatakan akan maju sebagai calon tuan rumah bersama.

Piala Dunia 2022 sendiri dipastikan akan digelar di Qatar, sementara pada tahun 2026, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang menjadi tuan rumah bersama.

https://twitter.com/TeamFA/status/1024708082151120896

Main photo: thebusbybabe.sbnation.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here