Apa yang ada di pikiran Roma ketika dikasih peluang untuk pendekatan alias PDKT ke Juventus, mereka malah menjauh. Sejatinya Juve bermain imbang 2-2 dengan Atalanta, bukannya ambil kesempatan itu, Roma justru takluk dari Lazio 1-3.

Apalagi, pertandingan derbi Roma yang memperebutkan gengsi ibukota itu, “I Gialorossi” main di kandang sendiri. Ya tentu saja, Stadion Olimpico memang kontrakannya mereka berdua.

Tapi dalam laga kemarin, Roma berstatus sebagai tuan rumahnya dan memiliki kuota suporter lebih banyak dari Lazio. Jadi secara hitung-hitungan matematika dan ilmu pitagoras meski rada tidak nyambung, Roma harusnya bisa mengungguli Lazio dan mendekati Juve.

Sayang beribu sayang, peluang itu terbang melayang. Bukannya langsung PDKT ke cewek incaran, Roma memilih untuk diam seribu pikiran.

Mereka tertinggal lebih dulu dari gol Balde Diao Keita yang bermain sendirian sampai bisa menendang ke gawang Roma dengan tepat sasaran. Roma kemudian menyamakan kedudukan lewat penalti Daniele De Rossi usai memanfaatkan aksi diving epic Kevin Strootman.

Ya, memang sangat konyol diving-nya, kaki sapuan bek Lazio sama sekali tak mengenai kaki Strootman. Dari Indonesia pun, sangat terlihat jelas dalam tayangan lambat tak menyentuhnya.

Meski dirugikan, Lazio tak ambil pusing. Klub berlogo burung Elang yang mirip Kacang Garuda itu kembali unggul lewat Dusan Basta yang rambutnya lebih cocok jadi pemain band.

I Biancoceleste” menutup derbi indah pada sore yang tenteram nan menawan itu dengan gol Keita lagi. Dia menerima umpan membelah angin dari Senad Lulic, dengan santai Keita menceploskannya ke gawang kiper Roma yang namanya sulit ditulis dan dieja.

Pelatih Roma, Luciano Spalletti, mengakui bahwa timnya memang bermain buruk. Dia bersungut-sungut sedikit menggerutu kalau banyak kesalahan kecil yang dialami timnya malah jadi berdampak luas.

“Insiden-insiden buruk mengantar Roma pada yang buruk. Kami menciptakan sejumlah peluang tapi satu serangan saja dari Lazio, kami langsung kebobolan. Itu menjadi sebuah pukulan mental buat Roma, ketika permainan tak sesuai apa yang diharapkan,” ujarnya.

Bagi Lazio, kemenangan ini pastilah terasa spesial. Lebih baik tim lain yang Scudetto daripada lihat Roma yang jadi juara.

“Saya tak terpengaruh pada keputusan wasit soal penalti. Pada waktu istirahat, saya malah memotivasi mereka dan hasilnya justru sangat luar biasa. Kami memiliki semangat yang tinggi sehingga kami layak mendapat kemenangan,” kata Simone Inzaghi.

Main photo credit: Corriere dello Sport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here