Islandia mengakhiri petualangan mereka di Piala Dunia Rusia 2018. Setelah ini, mungkin tidak akan terdengar lagi “Viking Clap” yang para suporter mereka lakukan kala timnya bertanding. Apalagi tepuk tangan ala Pak Tarno. Itu juga tidak akan terdengar di Piala Dunia 2018 ini.

Pada pertandingan hidup dan mati melawan pemuncak klasemen yaitu Kroasia, mereka takluk 1-2 sekaligus memupus harapan untuk lolos ke 16 besar.

Islandia yang memiliki satu poin sebenarnya masih berpeluang lolos jika mereka menang atas Kroasia. Sekalipun di pertandingan lain Argentina juga menang, tim yang lolos akan ditentukan melalui selisih gol andai Islandia juga menang.

Namun nasib berkata lain, Kroasia masih terlalu tangguh untuk skuat yang berisikan nama-nama –Son. Kali ini mereka merekrut satu orang pemain ketika tersingkir, yaitu Gagalmaningson. Mirip memang namanya dengan ucapan di sinetron Tuyul dan Mbak Yul.

Meski hanya sebentar, timnas negara yang populasinya tidak lebih dari 500 ribu jiwa itu sempat membuat kejutan di Piala Dunia pertama mereka. Pada debutnya, mereka berhasil menahan imbang Argentina. Hasil imbang tersebut membuat Lionel Messi dan kawan-kawan jadi bahan olok-olokan di media sosial.

Klasemen akhir menempatkan Islandia di dasar klasemen dengan raihan satu poin. Sementara Kroasia, sukses melibas semua pertandingan di grup dengan kemenangan. Kroasia yang menempati puncak klasemen bermodal sembilan poin akan bertemu dengan Denmark di babak 16 besar.

Pada pertandingan yang digelar di Rostov Arena, Kroasia sempat mengalami kesulitan untuk memastikan raihan tiga poin. Pada babak pertama bahkan Islandia lebih unggul secara statistik ketika melepaskan enam tembakan. Sementara Kroasia hanya empat. Paruh pertama berlagsung tanpa gol.

https://twitter.com/Sporf/status/1011701776175783936

Kroasia mendapatkan peluang emas di menit ke-52 ketika Milan Badelj melepaskan tendangan jarak jauh. Sayang tendangan Badelj membentur mistar gawang Islandia yang kalau sedang main PES dijamin joystick-nya sudah bergetar.

Semenit kemudian Badelj benar-benar mencetak gol pembuka bagi Kroasia. Umpan Josip Pivaric diselesaikan dengan tendangan ‘badruk’ alias memantul tanah membuat kiper Islandia hanya terdiam tanpa sambil mendengarkan lagu Maliq.

Islandia juga tidak mau kalah dengan membuat bola membentur tiang gawang. Padahal tidak ada poinnya. Tandukan Ingason menyambut umpan pojok hanya mengenai tiang agama. Kalau gawangnya sendal sudah pasti dihitung gol.

Akhirnya gol penyama kedudukan datang di menit ke-75. Aksi Dejan Lovren yang menahan bola dengan tangan membuat wasit memberikan tendangan penalti. Gylfi Sigurdsson menyelesaikan tugasnya dengan sempurna tanpa harus mencontek teman sebangku.

Petaka datang di menit akhir waktu normal babak kedua. Kesalahan salah satu pemain Islandia yang namanya berakhiran –Son tapi bukan Rheumason, langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Kroasia.

Umpan terobosan yang diberikan kepada Ivan Perisic, diakhiri dengan tendangan jebret  yang tak mampu dihalau pemain berakhiran nama –Son lainnya. Pertandingan usai dengan kedudukan 2-1 untuk kemenangan Kroasia.

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengatakan bahwa timnya harus tetap fokus dan mempersiapkan laga menghadapi Denmark di babak 16 besar. Mereka beruntung bisa menghindari Prancis, salah satu kandidat kuat juara dunia.

“Apa yang terjadi, biarlah berlalu. Kita tak boleh larut dalam kegembiraan terlalu lama dan segera bersiap untuk laga melawan Denmark.  Pertandingan itu adalah ajang pembuktian yang telah kita nantikan,” ujarnya seperti dikutip dari ESPN.

Sementara Heimir Hallgrimsson mengaku bangga kepada timnya meski Islandia harus tersingkir. Satu poin sudah lumayan buat laga debut Islandia di Piala Dunia.

“Saya tidak ingin berbicara banyak. Saya sungguh bangga. Bukan hanya kepada para pemain, namun juga staf, tim latihan, dan semua yang ada di federasi. Saya melakukan pekerjaan terbaik di dunia dan dikelilingi orang baik di sekitar saya,” kata Heimir seperti dikutip dari Skysports.

Main photo: sportingnews.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here