Luka Jovic baru saja didatangkan Real Madrid pada bursa transfer musim panas ini. Tapi belakangan beredar rumor bahwa ia akan langsung dipinjamkan ke Serie A. Menanggapi hal tersebut, Jovic mengaku tertawa mendengarnya alias ‘auto-nguquq‘ kalau kata warganet zaman sekarang.

Jovic sendiri merupakan salah satu pembelian Madrid dalam proyek belanja besar-besaran mereka di musim ini. Penampilannya yang impresif bersama Eintracht Frankfurt di musim lalu membuat raksasa La Liga itu kepincut.

Tanpa banyak cing-cong, biar uang saja yang berbicara kalau klub kaya macam Madrid. Jovic pun datang ke Santiago Bernabeu dan diproyeksikan menjadi ujung tombak baru “Los Blancos” nantinya.

Namun sayang, baru saja menjadi pemain Madrid selama beberapa bulan, nama Jovic sudah diisukan akan dipinjamkan ke klub lain.

Ini dia kerennya Madrid. Meski sudah mengeluarkan hampir 60 juta euro untuk mendapatkannya, tapi klub asuhan Zinedine Zidane dikabarkan tak segan untuk langsung ‘menendang’ Jovic.

Beli, tidak suka, langsung buang. Mental-mental anak sultannya sudah ada. Kalau tidak suka dengan pemain, biar pun belinya mahal, tapi tidak masalah jika tidak cocok.

Padahal Jovic ini hitungannya masih fresh from oven. Masih hangat dan baru dicicip-cicip sedikit sama Madrid. Hanya bermain beberapa laga pra musim plus beberapa menit di La Liga.

https://twitter.com/Realmting/status/1162054647374319623?s=20

Satu hal yang disebut jadi alasan Jovic akan dipinjamkan adalah keraguan Zidane atas kualitas sang pemain.

Pada laga pra-musim yang dijalani Jovic, Zidane dikatakan tidak terkesan atas penampilannya. Pelatih berkepala plontos itu pun lebih mempercayai Karim Benzema sebagai ujung tombak.

Rumor pun berkembang dimana Jovic dipercaya akan dipinjamkan ke klub Serie A, AC Milan. Tapi menanggapi rumor tersebut, Jovic mengaku hanya bisa tertawa.

Mantap juga si Jovic ini. Bukannya marah atau mengklarifikasi, tapi digosipin malah tertawa. Dipikir acara Srimulat mungkin.

“Berita seperti itu selalu membuat saya tertawa. Media akan selalu mengeluarkan cerita semacam itu dan saya sudah terbiasa dengan semua jenis rumor sejak awal karier profesional,” kata Jovic seperti dikutip CNN Indonesia.

“Saya juga sudah menerima keberadaan mereka (media). Hanya waktu yang akan menjawab kebenarannya.”

Pada usianya yang masih 21 tahun, Jovic mengaku senang bisa belajar banyak dari Zidane yang telah berpengalaman sebagai pemain maupun pelatih.

“Saya belajar darinya hari demi hari, saya sangat bahagia karena dia pesepakbola terbaik di dunia, baik sebagai pemain maupun pelatih,” ujar Jovic.

Main photo: firstpost.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here