Luka Jovic datang ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu dengan banderol yang cukup murah kalau dalam ukuran klub anak sultan alias mahal sebenarnya. Namun sang pemain gagal tampil impresif bersama dengan “Los Blancos”.

Musim panas yang lalu, Madrid melakukan belanja besar-besaran setelah menjalani musim yang cukup kocak. Kalau Madrid sudah belanja seperti itu, semua klub bisa nyanyur memang andai pemainnya diincar. Kasih harga berapa juga ditebus oleh Madrid.

Eintracht Frankfurt adalah salah satunya. Tim Bundesliga itu memberi banderol harga 60 juta euro yang disanggupi Madrid untuk Jovic. Usia yang masih muda serta penampilan impresif sang pemain jadi alasan Madrid berani mengeluarkan uang banyak.

Tapi nyatanya sang pemain gagal untuk tampil oke bersama “Los Merengues”. Hingga saat ini Jovic baru tampil sembilan kali di La Liga. Enam di antaranya sebagai pemain pengganti.

Akibat penampilannya yang kurang impresif, rumor kemudian berkembang. Biasa, suara-suara sumbang warga pasti ada.

Zinedine Zidane disebut tidak menginginkan Jovic di Madrid. Isu pun berkembang cepat macam dikasih pupuk. Jovic disebut akan dipinjamkan ke klub lain untuk mendapatkan kesempatan tampil.

https://twitter.com/trbn_football/status/1199306145795411973?s=20

Pasalnya posisi Jovic di Madrid saat ini memang kalah saing dari Karim Benzema yang terus tampil tajam.

Namun segala isu tersebut dibantah oleh Jovic yang mengaku bahwa justru Zidane yang menginginkannya untuk bergabung. Jovic juga menambahkan bahwa pelatih berambut minimalis itu juga yang ngotot untuk mendapatkannya saat negosiasi berjalan alot.

“Zinedine Zidane adalah orang yang menginginkan saya di Real Madrid,” buka Jovic saat menghadiri sebuah acara tv di Serbia, Licno Nezvanicno, seperti yang dikutip dari Liputan6.

“Negosiasinya antara klub saya dengan Real Madrid sangat rumit, bahkan nyaris batal, namun Zidane yang bersikeras menginginkan saja menggunakan jersey ini,” lanjutnya.

Tak hanya akrab dengan bangku cadangan, Jovic juga mengatakan bahwa dirinya akrab dengan Luka Modric. Pemain asal Kroasia itu disebut Jovic menyarankan agar dirinya terus bersabar menanti kesempatan.

“Teman terdekat saya di Real Madrid adalah Luka Modric. Saya telah berbicara dengannya soal situasi ini dan dia meyakinkan bahwa sama halnya sewaktu dia bergabung, kesabaran adalah kunci dan saya memiliki itu,” tambahnya.

Main photo: @loconte199

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here