Liga dimulai kembali usai jeda internasional, AC Milan nyaris saja kena marah dari fans-nya. Mereka hampir saja kalah 0-1 andai pemain muda Jens Pieter Hauge tidak menyamakan kedudukan di akhir-akhir. Skor akhirnya 1-1 saat bertemu Sampdoria.

Milan memang mainnya kurang enak dilihat. Lembek banget kayak tape puncak. Mereka bahkan kebobolan lewat sebuah kesalahan mendasar. Itulah yang bisa bikin Milanisti KZL kalau kalah model begini.

Lagi asyik oper-operan di area sendiri, Theo Hernandez malah kasih operan kentang alias kena tanggung tidak jelas juntrungannya, maksudnya mau ke siapa.

Padahal jelas-jelas baju pemain Sampdoria ini kan beda warnanya putih, jadi harusnya tahu kalau di situ ada pemain Sampdoria. Lha yang dioper justru Fabio Quagliarella.

Tahu sendiri kan Quagliarella ini suka bikin gol-gol ajaib. Di usianya yang sudah 38 tahun, dia lalu memanfaatkan assist Theo itu dengan menembakkan tendangan ‘chip’ melewati Gigio Donnarumma yang cuma pasrah melihat bola. Golnya sangat bagus, indah, dan tak terkendali. Damage-nya cukup tinggi.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1378316826275287044

Untung saja Stefano Pioli segera sadar. Di babak kedua dia memasukkan Hauge yang jadi penyelamat timnya dari kekalahan. Hauge menerima umpan dari Franck Kessie, dan mengakhirinya dengan penyelesaian yang bagus.

Tapi tetap saja tak semanis Quagliarella. Mungkin butuh pemain lawan dulu yang kasih assist, barulah Hauge bisa bikin gol manis.

Namun sayang, hanya itu saja gol balasan dari Milan. Mungkin Milan ini mau tegakkan keadilan. Namanya kebobolan satu, dibalasnya juga dengan satu gol, bukan dua, tiga, bahkan lima.

“Saya sepenuhnya setuju bahkan jika kami bisa menang dengan Kessie di saat-saat terakhir,” kata Pioli kepada Milan TV.

“Kami tidak menunjukkan banyak usaha. Kami bermain dengan sedikit ritme dan pendekatan kami tidak tepat. Itu adalah pertandingan yang rumit bagi kami.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here