Chelsea melaju ke babak semifinal usai menyingkirkan Porto walaupun mereka takluk 0-1 di kandang sendiri. Macam halnya PSG, meski kalah tapi mereka tetap berhak lolos ke semifinal.

Bedanya, Chelsea lolos bukan karena keunggulan gol tandang. Namun karena jumlah agregat yang lebih memadai. Chelsea total agregat menang 2-1 karena pada leg pertama menangnya 2-0.

Pertandingan ini memang berjalan tenang-tenang saja dan adem ayem. Tidak ribut macam di dunia maya, ributin komentator edukatif sama yang tidak.

Tak banyak peluang kunci di laga ini. Jumlah tendangan ke gawang saja Chelsea cuma punya satu biji saja. Jumlahnya masih kalah dari roda gerobak Yakult.

Porto baru bisa mencetak satu gol kemenangan tapi kalah di akhir-akhir laga. Mehdi Taremi membuat gol Anya Geraldine. Anya Geraldine di sini berbeda dengan yang dimaksud komentator Bung Jebret.

Anya Geraldine merupakan perumpamaan sosok yang sangat cantik yang tak kalah cantik dari gol Taremi tersebut. Dia menerima umpan pemain yang namanya simpel, Nanu, disambut lewat sebuah tendangan salto yang sangat indah. Sayangnya, gol tersebut yang cantik segala-gala tapi percuma karena timnya tetap saja tidak lolos.

“Sebuah pertandingan yang berat. Saya sempat panik karena satu gol dapat mengubah segalanya,” ujar Thomas Tuchel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here