Laga Champions League kala Real Madrid jumpa Club Brugge membuat Thibaut Courtois sempat menjadi bahan perbincangan. Selain karena kebobolan dua gol, yang merupakan hal lumrah sebenarnya, kiper timnas Belgia tersebut hanya bermain selama satu babak.

Courtois yang bermain sebagai starter di laga itu, nyatanya seperti biasa kembali membuat bahagia para pemain lawan. Ia kebobolan dua kali sehingga Madrid tertinggal 0-2 pada paruh pertama.

Namun pada babak kedua, kolong kaki Courtois yang kalau terbuka sangat lebar macam pintu masuk pom bensin, tidak terlihat lagi di atas lapangan. Posisinya digantikan oleh Alphonse Areola sejak awal babak kedua.

Sepanjang babak kedua, Madrid akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Skor 2-2 membuat Madrid berhasil meraih satu poin.  

Gosip yang berkembang saat itu, Courtois menderita demam dan pusing selama babak pertama. Selain itu ia juga mengalami masalah sakit perut sejak sebelum laga.

Hal tersebut membuat isu berkembang yang mengatakan bahwa Courtois memiliki gangguan kecemasan berlebihan atau bahasa kerennya adalah suka ‘kinap’ alias panik.

Sering begitu memang untuk orang-orang yang sedang panik. Gelisah, sulit bernapas, keringetan, tahu-tahu buang air di celana. Bahaya memang kalau menjaga gawang dengan kondisi seperti itu.

https://twitter.com/joshmediarecord/status/1181966212915437570?s=20

Gangguan kecemasan tersebut juga dianggap mempengaruhi performa Courtois yang belum menunjukan performa terbaiknya selama berseragam Madrid.

Tapi belakangan, kabar tersebut dibantah oleh Courtois. Nampaknya ia sudah benar-benar merasa ‘pengap’ dengan pemberitaan yang menyebut dirinya mengalami gangguan kecemasan.

Courtois juga meminta para media agar jangan menyebarkan berita bohong tersebut. Kalau kabar tersebut tidak benar alias hoax, memang berbahaya bagi opinin publik. Apalagi kalau sudah masuk grup WA bapak-bapak komplek yang suka langsung forward saja ke grup-grup lain.

“Saya tahu artinya jadi pemain elite. Saya sangat bahagia dan saya tidak punya masalah kecemasan,” ujar Courtois seperti dilansir Detik.

“Tanggung jawab dari media diperlukan untuk tidak mempublikasikan kebohongan dan omong kosong soal hal seperti itu karena pada akhirnya ada orang yang benar-benar mengalami masalah itu.”

“Saya kira ini tidak menghormati pemain dan orang yang benar-benar menderita (gangguan kecemasan).”

“Saya senang dan berlatih keras dan ingin memberi fans Real Madrid kebahagiaan. Orang-orang di Santiago Bernabeu selalu kritis, kami tahu itu, dan kami akan melakukan segalanya sehingga mereka pergi dengan bertepuk tangan,” katanya menambahkan.

https://twitter.com/Unclegold1/status/1182414898829189120?s=20
https://twitter.com/YacoubiWafae/status/1180506280341000192?s=20

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here