Tottenham Hotspur nampaknya sedang menjalani “Dark Age” mereka setelah dalam sepekan terakhir, gawangnya kebobolan sebanyak 10 kali. Terakhir, Spurs kembali takluk dengan skor 0-3 saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion.

Mungkin hancur lebur adalah kondisi yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Spurs saat ini. Musim lalu, mungkin mereka boleh saja berbangga hati setelah menjadi juara dua Liga Champions dengan tim seadanya ditambah dengan keberuntungan VAR.

Tapi menjalani musim 2019/2020, kapal yang ditunggangi Spurs mulai goyah. Tiga kekalahan sudah mereka derita di Premier League.

Satu kekalahan yang paling menyesakan saat mereka diulek Bayern Munchen di kendang sendiri dengan skor tidak rasional yaitu 7-2.

Beberapa hari yang lalu, kondisi ruang ganti Spurs juga diterpa gosip yang kurang baik. Jan Vertonghen disebut-sebut “ng-Ariel” kepada kekasih dari Christian Eriksen. Sempat beredar pula sebuah foto yang menunjukan sebelah mata Vertongen yang sedikit bengep. Mungkin belum tidur dia, positif saja dahulu.

Kabar hengkangnya Eriksen musim depan ditambah dengan isu kepindahan pelatih Mauricio Pochettino yang diincar Real Madrid dan Manchester United membuat kondisi bertambah buruk.

Mungkin, rangkumannya adalah hasil dari laga melawan Brighton. Spurs kembali takluk dari tim semenjana tersebut dengan skor telak 0-3.

Tim tuan rumah memimpin sejak menit awal lewat umpan lambung pemain Brighton yang gagal diantispasi Hugo Lloris.

Bisa-bisanya blunder seperti itu, macam Lord Karius saja. Menerima tendangan umpan lambung yang mengarah ke gawangnya, tangkapan Lloris terlepas dan langsung disambar Neal Maupay.

Selain blunder, kabar buruk lainnya didapat Spurs setelah Lloris langsung mengalami cedera karena salah mendarat. Diketahui Lloris cedera parah dan mengalami dislokasi siku.

Derita Spurs terus bertambah usai pemain muda debutan Aaron Connolly, mencetak dua gol tambahan di sisa menit pertandingan. Skor akhir 3-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.

“Cedera Hugo Lloris memiliki dampak besar pada permainan. Terlalu awal dalam permainan untuk kebobolan terlalu dini dan kehilangan kapten kami. Ada dampak emosional pada tim. Kami mencoba mencari solusi, cara bermain yang berbeda tapi tak menolong. Ini adalah momen yang sangat sulit,” kata Pochettin seperti dikutip dari Detik.

Main photo: @football__tweet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here