Indonesia gagal meraih poin penuh kala menjalani laga perdana kualifikasi Piala Dunia. Bertanding di Stadion GBK melawan Malaysia, timnas “Garuda” kena kombek dengan skor 2-3. Laga ini juga diwarnai dengan insiden penonton yang tadinya hura-hura jadi huru-hara.

Pada saat kedudukan masih imbang 2-2, tindakan suporter tuan rumah yang gayanya ke-STM-STM-an membuat laga sampai ditunda sementara. Beberapa oknum terlihat melempar benda-benda ke arah suporter Malaysia. Entah benda apa yang dilempar, kalau uang mending dikantongi saja.

Bahkan sampai ada yang mendekati tribun Malaysia sebelum diadang oleh pihak keamanan. Padahal kita jangan suudzon dulu, siapa tahu mereka yang mendekat itu mau ajak salaman dengan suporter Malaysia, kalau perlu selfie bareng sambil jitak kepalanya.

Bingung memang sama penonton Indonesia ini. Seperti judul buku dari Fajar Junaedi, sepak bola itu untuk dirayakan. Datang ke stadion untuk bersenang-senang, bukannya malah tawuran.

Ini sebenarnya penonton sepak bola atau alumni tawuran di daerah Manggarai kemarin. Nila se-suporter, jadinya malu sepakbola se-nusantara. Sudah kalah, rusuh pula. Sangat tidak berjiwa ksatria yang seperti ini.

Kalau memang dilecehkan dan diejek, ya seharusnya tinggal dibalas saja. Toh suporter Malaysia juga hanya sedikit. Masak kalah teriakan dengan yang memenuhi satu stadion. Mudah sekali terpancing mania mantap! penonton tuan rumah di laga kemarin.

Jika mata dibalas mata, seharusnya kata juga dibalas dengan kata. Hanya chat ke si dia yang sudah centang dua tapi biasanya tak juga ada balasannya.

Pada jalannya laga itu, Indonesia sempat memimpin terlebih dahulu melalui gol Alberto Goncalves. Terobosan suddenly tiba-tiba mendadak dari Saddil Ramdani, berhasil didapatkan Beto yang dengan tenang menendang bola melewati kolong kiper Malaysia.

Malaysia membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 melalui pemain pengganti Muhamadou Sumareh. Terobosan dari rekannya langsung dikejar Sumareh yang larinya ngebut macam motor 250cc. Dari depan gawang ia menyontek bola yang tak mampu dihalau Andritany.

Kurang dari dua menit, Indonesia membalas lewat gol cantik Beto dengan tendangan dari luar kotak penalti. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk Indonesia.

Usaha Malaysia yang makin gencar melakukan serangan berbuah hasil di babak kedua. Gol balasan dari Syafiq Ahmad membuat skor imbang 2-2.

Indonesia lantas pulang dengan tangan hampa setelah Samareh mencetak gol keduanya di laga itu pada menit ke-97. Benar-benar broken heart goal namanya. Sudah di menit akhir, membuat tuan rumah kalah pula. Laga pun berakhir dengan skor 3-2 untuk Malaysia.

Usai laga Simon McMenemy mengaku tidak bisa berkomentar atas kejadian rusuh suporter. Ia mengatakan bahwa para pemain kehilangan konsentrasi dan kelelahan di menit-menit akhir.

“Sulit untuk komentar suporter, karena itu hal yang tidak bisa saya kontrol,” kata Simon dikutip dari Detik.

“Tapi mari tidak perlu cari alasan, tidak bisa bilang menggangu pertandingan, karena keduanya terganggu. Jelang pertandingan 20 menit terakhir, pemain sudah keliatan lelah bermain dan berjuang selama 90 menit,” sambungnya.

Main photo: tucson.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here