Roma akhirnya punya pelatih. Seseorang bernama Eusebio Di Francesco bersedia jadi pelatih “I Giallorossi“. Roma tentu tak perlu khawatir lagi. Pasalnya, bisa berabe kalau sampai musim dimulai mereka tak punya pelatih.

Di Francesco yang sok-sokan pakai kacamata itu jadi pelatih kedelapan Roma dalam sembilan musim terakhir. Ini artinya, hampir tiap musim Roma ganti pelatih. Rada belagu memang. Di Francesco akan menggantikan Luciano Spalletti yang pergi ke Inter Milan.

Namun, mantan pelatih Sassuolo itu sadar akan kekuatannya sebagai pelatih yang biasa-biasa saja. Belum jago-jago amat, hitung-hitung baru mentas di kehidupan perpelatihan sepak bola.

Itulah mengapa, cowok matang berusia 47 tahun itu tak mau memberi janji muluk kepada Radja Nainggolan dan kawan-kawan serta fans Roma. Dia cuma ingin bekerja semaksimal mungkin. Iseng-iseng berhadiah, syukur-syukur bisa berhadiah Scudetto,

“Terlalu dini jika ingin mengklaim target. Saya hanya ingin pemain bekerja keras dan fokus. Pendekatan itulah yang nanti membawa hasil. Tentu, saya tahu keinginan tifosi, saya pun menginginkan hal yang sama,” ucap Di Francesco, bertutur kata.

Meski demikian, Di Francesco merupakan salah satu pelatih berbakat yang bisa jadi pelatih sukses macam Antonio Conte dan Massimilliano Allegri. Dua pemain itu memang kariernya berawal dari klub-klub kecil macam Siena, Bari, dan Cagliari. Namun belakangan, kedua pria itu masuk dalam 10 pelatih top Eropa saat ini.

Bukan tak mungkin, Di Francesco bisa mengikuti jejak dua pelatih tersebut. Pasalnya, Di Francesco terhitung sukses bersama Sassuolo dari tim yang tak dikenal orang Indonesia, tiba-tiba bisa masuk pentas Liga Europa. Persentase kemenangannya di Sassuolo pada periode pertama juga cukup tinggi, yakni mencapai 46,2%.

Itulah mengapa, Di Francesco diyakini banyak pihak bakal sukses di Roma. Apalagi, dia cukup familiar dengan suasana kota Roma. Saat jadi pemain, cowok kece itu pernah membela “Serigala Roma” selama empat musim pada 1997-2001.

Meskipun tak terlalu terkenal-terkenal amat jika dibandingkan Luigi Di Biagio, Marco Delvecchio, Damiano Tommasi, sampai Ansyari Lubis, tapi torehannya selama empat musim di Roma terbilang lumayan. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu bermain 129 pertandingan dan mencetak 16 gol.

Well, semoga betah dan barokah ya, Di Francesco. Mudah-mudahan kali ini awet, langgeng, dan tahan lama bersama sang mantan.

Main photo: Twitter (@ASRomaFrancopho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here