Manchester United terus menunjukan penampilan yang begitu konsisten dalam menjalani laga tandang di semua kompetisi. Bertanding di Car Jeans Stadium markas AZ Alkmaar, “Setan Merah” membawa pulang satu poin saja.

Ini jadi laga tandang ke-10 terakhir MU di semua kompetisi yang berakhir tanpa kemenangan.  

Ini baru yang namanya prinsip. Sekali tidak menang pada laga tandang, harus tidak menang seterusnya. Benar-benar memegang teguh prinsip klub asal Manchester ini.

Bahkan dari 22 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, MU hanya mampu meraih empat kemenangan saja.

Posisi Ole Gunnar Solskjaer di kursi kepelatihan sudah sangat pecat-able sebenarnya. Performa yang labil kek anak SMP, sering kalah, lini serang tumpul, dan yang lainnya. Tapi entah kenapa posisinya masih juga aman di kursi pelatih.

Padahal MU saat ini begitu menderita. Macam Jendral Tian Feng saja yang kala melihat rembulan, teringat adik Chang E. “Cinta dari dulu penderitaannya tiada akhir” katanya. MU juga mungkin kala MU bermain, begitu menderita melihatnya dan jadi teringat dengan Sir Alex.

Laga melawan perwakilan Belanda itu nampaknya benar-benar menunjukan settingan default MU di bawah Soslkjaer.

Mereka sukses menjaga gawang lawan tidak terancam sepanjang laga alias 0 shoot on target dari enam peluang selama 90 menit. Nampaknya perlu diperiksa ulang, jangan-jangan AZ Alkmaar pakai gawang sendal jepit pada laga tersebut. Curang sekali kalau benar-benar seperti itu.

Tapi kalau mereka memakai gawang yang sesuai standar, rasanya para pemain MU ini perlu ke dokter mata.

Lini depan MU begitu ramah dengan gawang lawan. Sangat tidak berbahaya dan aman sekali untuk dilawan sama anak-anak.  

Sementara itu Alkmaar begitu sial nampaknya hanya bisa bermain imbang. Padahal lawannya cuma MU. Pada laga itu mereka membuat 12 tendangan dengan empat yang mengarah ke gawang.

https://twitter.com/Sporf/status/1179832042789490688

Jalannya laga jelas saja tidak seru karena MU menendang ke gawang saja tidak. Sedikit magabut kiper Alkmaar di laga itu yang kerjanya paling sulit mungkin adalah goal kick.

Meski hanya bisa meraih satu poin, tapi hal tersebut tetap disyukuri oleh Solskjaer. Benar saja, melawan tim sekelas AZ Alkmaar, beruntung sekali mereka tidak dibantai dan bahkan bisa dapat poin.

“Ini (AZ) adalah tim yang baru saja mengalahkan Feyenoord 3-0 di kandang lawan,” ujar Solskjaer dikutip dari Detik.

“Kami sendiri pernah ke Feyenoord, jadi ini adalah performa bagus dan satu poin yang bagus melawan tim bagus di lapangan yang sangat sulit.”

“Kalau Anda dapat hasil imbang di kandang lawan dan menang di kandang sendiri, Anda akan baik-baik saja. Tentu kami akan ke Belgrade untuk merebut kemenangan. Itu akan menempatkan kami di posisi bagus,” katanya menambahkan.

https://twitter.com/360Sources/status/1179828941604962305

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here