Derbi London ‘ngalor’ berakhir dengan hasil adil dan merata sesuai dengan Pancasila sila kelima. Arsenal dan Tottenham Hotspur sama-sama berbagi poin 2-2. Dengan begini kan enak, tidak ada yang ribut.

Maklum, namanya abang-adek biasanya suka ribut kalau diberi makanan, mainan, apalagi warisan. Maunya si abang dia dapat lebih banyak ketimbang adiknya. Tapi untung lah Arsenal dan Spurs memilih untuk membagi rata hasilnya biar adil. Tidak ada yang kebagian kotornya.

Derbi yang mempertemukan ‘tim nyaris juara Liga Europa’ versus ‘tim nyaris juara Liga Champions’ itu memulai pertandingan dengan kick off. Tidak pernah dengan tendangan sudut atau tendangan 12 pas.

Spurs yang bertindak sebagai tamu sudah enak bisa membawa keunggulan sampai dua gol. Berawal dari serangan kilat yang ‘dhuar’, Christian Eriksen membuka keunggulan lewat tendangan standar hasil muntahan Erik Lamela.

Beberapa menit kemudian, Harry Kane menggandakan keunggulan lewat tendangan ‘enak’. Penalti diberikan sang wasit akibat Arsenal melakukan pelanggaran.

Beruntung, menjelang bubaran babak pertama Arsenal bisa memperkecil ketinggalan. Alexander Lacazette mendapat operan Nicolas Pepe lalu men-jebret lewat tendangan jarak dekat.

Setelah membuat gol, Laca langsung berselebrasi dengan gerakan diam mematung memandangi penonton entah apa maksudnya. Kalau mau selebrasi begitu kan bisa mencontoh patung Pancoran, patung Pak Tani, atau patung harimau Cisewu. Jadi bisa lebih viral gitu.

Arsenal akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat Pierre-Emerick Aubameyang pada menit ke-70-an. Umpan Matteo Guendouzi ternyata tidak menyangkut di rambutnya, bisa mulus sampai ke Auba yang disontek saja dengan ujung kakinya.

Skor 2-2 sudah cukup adil bagi kedua tim. Meski bukan hasil yang maksimal karena mereka masih jauh tertinggal dari puncak klasemen.

“Itu pertandingan yang luar biasa. Kami bangga dengan pekerjaan kami dan pendukung kami. Hasilnya bukan yang terbaik bagi kami. Kunci adalah gol pertama yang memberi kami kepercayaan diri dan memberi diri kami lebih banyak peluang di babak kedua. Kami telah menulis tentang hal-hal baik,” kata pelatih Arsenal, Unai Emery.

Sedangkan pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, adalah pihak yang menyesal dengan hasilnya. Ya maklum, namanya juga sudah unggul 2-0, lalu bisa disamai jadi 2-2. Nyeseg juga itu.

“Saya kecewa karena kami gagal memenangkan laga setelah unggul 2-0. Tapi permainan kami membuat saya terkesan, saya sangat suka tipe permainan seperti usai beberapa pekan yang kurang baik,” katanya.

Main photo: Stuart_PhotoAFC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here