Dendam kekalahan telak 2-8 Barcelona dari Bayern Muenchen beberapa bulan lalu sepertinya terbawa-bawa sampai level negara. Tim nasional Spanyol seolah membalas dendam Barcelona dengan membantai Jerman di UEFA Nations League 6-0! Ya betul, 6-0.

Padahal, Barcelona dan Spanyol ini bisa dibilang tak akur. Barca yang ada di Catalunya ada hasrat untuk memerdekakan diri dari Spanyol. Rupanya, tim Spanyol ini masih baik hati. Utang kalah telaknya coba dibayar oleh “La Furia Roja“.

Sayangnya cuma Sergi Roberto saja yang merasakan pembalasan ini. Maklum, pemain Barcelonanya cuma sedikit di timnas Spanyol sekarang. Tidak ada itu nama Sergio Busquets, Gerard Pique, Pedri, apalagi Carles Puyol, Jose Pinto, sampai Oleguer.

Rada bingung juga ini Jerman kenapa bisa dibantai sampai segitunya. Padahal pemain yang diturunkan bukan Pokemon jenis baru. Nama-nama beken ada di sana macam Manuel Neuer, Timo Werner, Serge Gnabry, Leon Goretzka, Ilkay Guendogan, sampai Toni Kroos.

Justru malah Spanyol yang menampilkan pemain-pemain minim caps. Kipernya saja Unai Simon, Pau Torres, hingga Daniel Olmo.

Mungkin karena masih baru, mainnya tanpa beban. Sedangkan pemain Jerman ini rasa apeknya sudah berasa dari Piala Dunia 2018 kemarin.

https://twitter.com/brfootball/status/1328813304916176902

Jerman sebenarnya hanya butuh hasil seri saja untuk memastikan tempat di semifinal. Kalau pun kalah ya tidak usah telak-telak amat lah. Bikin malu satu negara saja. Setidaknya mereka merasakan rasanya jadi Brasil saat mereka dibantai 1-7.

Alvaro Morata memulai pesta pembantaian ini lewat sebuah sundulan kepala bagian depan memanfaatkan situasi sepak pojok. Neuer seolah cuma sekadar main cilukba saja, sundulan tak terlalu kencang begitu masak tidak bisa ditepisnya.

Tak lama kemudian, Morata lagi-lagi bisa membobol gawang Neuer. Tapi seperti biasa kejaring razia offside oleh Satpol PP.

Morata offside, F. Torres pun jadi. Torres yang ini bukan Fernando, kalau Torres Fernando sudah bingung bagaimana caranya bikin gol. Torres yang ini bernama depan Ferran. Dia yang bikin hattrick di laga pembantaian ini.

Gol Torres yang pertama memanfaatkan bola “assist” dari mistar gawang, yang dihajar pakai tendangan voli. Rodri sempat menyelak dengan membuat gol dari sundulan kepala samping kanan lagi-lagi lewat korner.

Torres lalu bikin gol lagi di babak kedua usai menerima umpan dari Jose Gaya yang bukan saudaranya Koi Mil Gaya. Torres lalu bikin gol lagi lewat serangan balik dengan mudah membobol Neuer pada menit ke-71. Hingga akhirnya Mikel Oryazabal menggenapi kemenangan ini di ujung laga lewat gol cebok.

Para pemain Jerman ini memang kelihatan banget sudah kehilangan passion dalam main bola. Terlihat setelah gagal total Piala Dunia 2018, tidak ada progress yang signifikan.

Entah pemain-pemainnya yang sudah merasa sok jago, atau memang sudah saatnya ganti pelatih. Maklum, Joachim Loew yang hobi mencium ketek atau biji itu sudah 12 tahun menangani “Der Panzer“.

“Ini hari yang sangat buruk bagi kami, tidak ada yang berjalan benar. Tidak ada yang bisa dilihat di lapangan dalam hal bahasa tubuh kami, cara kami membawa diri, dan bagaimana kami menghadapi duel-duel,” kata Loew dikutip dari DFB, disalin dari Bolanet.

“Segalanya keliru, baik di lini pertahanan maupun lini serang. Setelah kebobolan gol pertama, kami langsung kehilangan kontrol untuk taktik kami.”

Sementara itu, tak ada kata lain selain “happy” bagi Luis Enrique. Pelatih Spanyol itu tak menyangka bisa lolos ke semifinal dengan cara begini.

“Bahagia dan senang. Ini menjadi suntikan semangat kembali untuk pemain. Kami kemali ke trek kemenangan,” kata Enrique seperti dikutip Marca, disalin dari Liputan6.

“Kami merasa tak ada satupun laga dimana kami pantas kalah. Kami cetak 13 gol di fase grup dan kebobolan tiga. Kami memang pantas lebih di fase grup ini.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here