Banyak usaha dilakukan seseorang untuk menyaingi lawannya. Tapi memang tak se-absurd Paulo Dybala. Entah apa yang ada di pikirannya, pemain kebot itu sampai berusaha menulis dengan jari kaki agar bisa sekuat Cristiano Ronaldo. Random betul.

Menjadi pemain kidal memang tak membuat striker Juventus itu puas. Apalagi, kalau ada anak sekolah yang suka nulis pakai tangan kiri, suka dikatain kebot bahkan tangannya bau bekas cebok. Entah apakah itu terjadi juga pada Dybala atau tidak.

Yang jelas, pemain yang pandai berbahasa latin sejak kanak-kanak itu punya kaki kiri yang luar biasa keren. Kalau bola sudah berada di kaki kirinya, maka tendangan super keras bakal merobek gawang lawan.

Seperti yang dirasakan Dynamo Zagreb, Barcelona, sampai Crotone pekan lalu. Merasakan akibat kaki kiri Dybala dengan pasrah tanpa paksaan. Dari 40 gol yang dicetaknya, 38 gol menggunakan kaki kiri.

Artinya dua gol lainnya dicetak tanpa kaki kiri. Satu gol di antaranya pakai kaki kanan saat melawan Milan. Dia memang tidak bagus-bagus amat jika menendang bola pakai kaki kanan. Kaki kanannya letoy mirip tiang bambu bendera partai yang gampang sobek.

Dybala kini sedang berusaha sekuat tenaga untuk memperkuat kaki kanannya itu. Dia mencontoh Ronaldo yang punya kedua kaki sama kuat sehingga mampu mengukir prestasi dan mencetak banyak gol.

Memang, Ronaldo seringkali kita lihat mampu mencetak gol dalam kondisi apapun. Tak peduli meski pakai kaki kanan atau kiri, bahkan lewat kemaluannya saja mungkin dia bisa mencetak gol. Gol “gawang” pacarnya.

Untuk bisa seperti Ronaldo, yang notabene bakal jadi lawannya di final Liga Champions nanti, Dybala sampai rela bertindak absurd. Dia berlatih menulis dengan kaki kanannya. Benar-benar kurang kerjaan.

Tentu saja, bukan menulis dengan sungguh-sungguh atau berusaha ikut acara pandu bakat macam America’s Got Talent. Tapi memang untuk melatih kekuatan jari-jari kakinya yang imut-imut itu.

“Setiap hari saya mengambil pulpen dan mencoba menulis. Namun memakai kaki kanan. Saya meletakan pulpen itu di antara ibu jari dan telunjuk,” kata Dybala.

Ada-ada saja. Tapi begitulah seorang pekerja keras. Kalau mau sukses memang harus berkorban dan melakukan hal random.

Kalau mau berlatih sundulan kepala, bukan tak mungkin Dybala bakal berlatih memecahkan balok pakai kepala. Mirip pameran ekskul bela diri di sekolah-sekolah.

Main photo credit: New Indian Express

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here