Ousmane Dembele merasa senang telah mendapat kepercayaan dari Barcelona musim ini. Meski sempat absen beberapa kali gaji karena cedera, tapi Barca masih menaruh kepercayaan padanya. Ya terang saja, sudah dibeli mahal-mahal masak cuma disuruh bikin kopi.

Menghadapi musim pertamanya di klub sekelas “Blaugrana“, Dembele memang sedikit kerepotan. Permainannya tak langsung nyetel, malah yang ada dia mengalami cedera cukup panjang. Alhasil dia melewatkan masa adaptasi yang begitu berharga meski tak senilai harga diri keluarga.

Setidaknya dia melewatkan 16 pertandingan La Liga dan lima pertandingan Liga Champions. Selama periode tersebut, Dembele cuma duduk manis nonton Barca sambil makan kacang. Syukur-syukur kacangnya merek Sukro.

Setelah kembali tampil pada pertengahan musim, Dembele juga belum menunjukkan kelasnya. Perkembangannya begitu lambat kayak mengurus KTP baru.

Pemain berwajah ganteng melas itu memang akhirnya mulai konsisten memberikan enam assist di sisa hidupnya pada musim ini. Tiga gol diciptakannya tanpa bantuan keluarga dan RT setempat. Tapi hitungannya belum mencapai levelnya Barcelona.

Meski begitu, Barca tetap mempercayainya. Itulah yang membuat Dembele kerasan di sana dan ogah cari klub baru lagi. Berkat kepercayaan tersebut, dia juga dipanggil timnas Prancis ke Piala Dunia.

https://twitter.com/FootyFunnysUK/status/1002864414285017089

“Di musim pertama saya mendapat banyak cedera. Itu adalah musim yang berat. Saya menderita banyak cedera. Saya harus banyak belajar. Apa pun yang terjadi, saya masih percaya diri. Tim ini dan presiden memercayai saya. Kita lihat saja apa yang terjadi di musim-musim mendatang,” ucap Dembele dikutip Liputan6. 

Satu hal yang perlu dipelajari lebih lanjut oleh Dembele adalah main bertahan. Beda dengan Dortmund yang mungkin dia bisa bebas menyerang tak terlalu memikirkan bertahan.

Tapi di Barcelona jangan harap. Pemain-pemainnya ini begitu disiplin, jarang kena setrap guru. Soalnya meski berstatus pemain depan, juga diminta untuk mundur ke belakang membantu pertahanan. Maklum, Barca memang mengusung Total Football yang berarti total bermain sepak bola, tak tercampur unsur-unsur badminton atau tenis meja.

“Saya membuat kemajuan dalam aspek taktik. Tapi juga dalam pertahanan. Saya bertahan lebih banyak di Barcelona. Bahkan jika kami menguasai bola. Sangat penting untuk tidak kehilangan bola. Sebuah hal langka bagi tim ini kehilangan bola. Anda harus berhati-hati. Saya harus banyak bertahan karena kami semua bermain menyatu,” sambungnya lagi.

Main photo: @UltraAutistic

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here