Bayern Munchen masih juga belum berhenti menunjukkan performa macam tim editan Winning Eleven. Kemenangan 2-1 atas Sevilla di ajang UEFA Super Cup, membuat Bayern kini mengoleksi empat gelar di tahun 2020 ini.

Deja Vu. Ungkapan tersebut mungkin adalah yang paling tepat untuk menggambarkan Bayern saat ini.

Sebab raihan quadruple alias empat gelar tersebut menyamai pencapaian mereka di tahun 2013 lalu saat orang-orang masih download film lewat Ganool dan IDFL.

Saat itu Bayern meraih gelar Champions League, Bundesliga, DFB Pokal, UEFA Super Cup, serta Club World Cup. Kini empat gelar di antaranya sudah diraih di tahun 2020.

Dengan performa rasa-rasa tim Master League Winning Eleven, bukan tidak mungkin Bayern akan melengkapi gelar kelima mereka di tahun 2020 nanti andai menang di kompetisi Piala Dunia Antar Klub.

Namun perjalanan Bayern di laga itu sendiri tidak semudah masak air biar mateng. Mereka bahkan harus kebobolan terlebih dahulu dari Sevilla yang dicetak lewat titik putih.  

Penalti diberikan gara-gara Ivan Rakitic, salah satu alumni 2-8, dijegal di kotak terlarang oleh David Alaba saat akan menyambut bola.

Lucas Ocampos yang mengambil eksekusi sempat-sempatnya melakukan no look penalti untuk menaklukkan Manuel Neuer. Entah sengaja no look atau semalam ia salah bantal.

Bayern baru bisa membalas di menit ke-33 melalui Leon Goretzka yang melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti. Skor 1-1 mengakhiri babak pertama.

Kedua tim saling berbalas serangan di sisa waktu. Bahkan sempat sama-sama mencetak gol sebelum ditepis oleh VAR. Sayang skor imbang bertahan hingga 90 menit.

Bayern akhirnya mengunci kemenangan usai pemain pengganti, Javi Martinez, mencetak gol memanfaatkan bola muntah hasil tendangan David Alaba. Tidak ada jijiknya dia menyambut bola seperti itu. Skor 2-1 pun bertahan untuk keunggulan Bayern hingga 120 menit.

“Selamat kepada tim dan juga Javi Martinez, tuan Piala Super Eropa kami. Tim mampu berjuang keras dan menunjukkan mental pemenang, bahkan ketika kami tidak bermain pada level terbaik,” papar Thomas Muller, seperti dikutip dari Okezone.

Sementara Julen Lopetegui menyebut ia tetap bangga pada penampilan anak asuhnya di laga itu.

“Sayangnya kami tidak bisa pulang dengan trofi, tapi kami bangga dengan penampilan kami,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here