Debut pelatih baru Barcelona, Xavi, sebagai pelatih patut disyukuri. Duel pertamanya melawan Espanyol tak berakhir konyol. Barca sukses memenangi laga itu dengan skor tipis 1-0 saja.

Xavi dipercaya oleh manajemen Barca untuk bisa mengembalikan kejayaan masa lalu. Maklum, Xavi adalah generasi emasnya Barca yang diyakini bisa menularkan mental juara ke anak-anak muda Barca masa kini yang cuma kebanyakan gaya.

Hasilnya, walau baru satu laga, ternyata cukup berdampak signifikan. Gaya main Barca tampil lebih menekan dan menyerang. Bahkan harusnya mereka sudah unggul lewat penalti setelah Nico Gonzales dijatuhkan bek Espanyol. Namun, wasit ogah mengecek VAR.

Barca terus menyerang tapi belum ada hasilnya. Sampai akhir babak pertama masih 0-0. Pelatih Xavi mulai deg-deg ser.

Untunglah di babak kedua, Barca mendapatkan voucher yang dinantikannya sejak babak pertama itu. Memphis Depay dijatuhkan Leandro Cabrera di depan gawangnya.

Sebenarnya, Cabrera melakukan tekel bersih karena mendapatkan bola. Komentator saja berkata demikian. Namun, justru di sini wasit memberikan penalti buat Barca. Mungkin membayar kesalahannya di babak pertama. “Yaudah deh, yang ini gue kasih tuh,” begitu mungkin pikir sang wasit.

Depay tak menyia-nyiakan penalti kurang pahala itu dengan menceploskan bola dengan tegas. Bola ditaruh ke tengah sementara kiper bergerak ke kiri dari sudut pandang Depay.

Skor 1-0 bertahan sampai bubaran. Pelatih Xavi senang bisa memulai debutnya sebagai pelatih Barca dengan kemenangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here